Saat Prabowo Sapa Sandiaga Uno "Gubernur"...

Kompas.com - 06/02/2016, 13:30 WIB
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Fabian Januarius KuwadoBakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Nasional Sandiaga Uno tersenyum semringah. Sebab, Prabowo Subianto menyapanya dalam acara HUT Ke-8 Partai Gerindra di Kantor DPP, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2016).

Prabowo menyapa Sandiaga bukan dengan sapaan biasa. Ketua umum partai berlambang kepala burung garuda itu menyapa Sandiaga dengan panggilan "gubernur".

"Ah, ini dia gubernur kita, Sandiaga Uno. Kenapa ngumpet sih, kamu," ujar Prabowo di sela pemberian pidato sambutan.

Sandiaga yang duduk di kursi deretan kedua langsung berdiri dan membungkukkan badannya ke Prabowo yang berada di mimbar panggung.

Sandiaga lalu bertepuk tangan sambil memutarkan badannya ke segala arah di ruangan tersebut.

Sandiaga adalah salah satu dari delapan tokoh yang dijaring Gerindra untuk menyasar kursi gubernur DKI Jakarta.

Sapaan Prabowo itu boleh dikatakan spesial. Sebab, acara tersebut turut dihadiri tokoh lain yang juga dijaring Gerindra untuk duduk di kursi DKI 1, antara lain Biem Benjamin, Mohammad Taufik, dan Ahmad Muzani.

Lantas, apa tanggapan Sandiaga atas sapaan "spesial" tersebut?

"Ya, buat saya ini tantangan. Beliau pasti kan punya pertimbangan," ujar Sandiaga saat ditemui seusai acara.

Atas pernyataan Prabowo tersebut, Sandiaga merasa semakin percaya diri untuk bekerja lebih giat lagi dalam memenangi Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Dia yakin bahwa Gerindra meraih kemenangan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Cerita Jurnalis Foto, Kerja Berdampingan dengan Covid-19...

Megapolitan
Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Pemkot: Klaster Covid-19 Rumah Tangga Bermunculan di Depok

Megapolitan
Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Pegawai Puskesmas di Bogor yang Positif Covid-19 Kini 30 Orang

Megapolitan
Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Hasil Rapid Test, 1.355 Karyawan Mal Aeon BSD Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pengusaha Taiwan, Pelaku Rencanakan di 4 Lokasi

Megapolitan
Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Mal Aeon BSD Kembali Beroperasi Usai Ditutup Sepekan karena Kasus Covid-19

Megapolitan
PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

PSBB Transisi Dinilai Memperburuk Pandemi Covid-19, Warga: Kembali ke Awal Saja

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

4 Pedagang Positif Covid-19, Pujasera Blok S Ditutup hingga Sabtu

Megapolitan
Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Persiapan Paskibraka Upacara HUT RI di Jakarta Utara, Mulai Pembagian Tim hingga Rapid Test

Megapolitan
Jalan Pangeran Jayakarta Bekasi Berlakukan Uji Coba Lalu Lintas Satu Arah

Jalan Pangeran Jayakarta Bekasi Berlakukan Uji Coba Lalu Lintas Satu Arah

Megapolitan
Fakta dan Temuan pada Hari Kedua Pembersihan Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari

Fakta dan Temuan pada Hari Kedua Pembersihan Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Pemprov DKI Belum Akan Buka Tempat Hiburan

Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Pemprov DKI Belum Akan Buka Tempat Hiburan

Megapolitan
Covid-19 di Mata Wagub DKI, Dinilai Tidak Parah hingga Bantah Ada Zona Hitam di Jakarta

Covid-19 di Mata Wagub DKI, Dinilai Tidak Parah hingga Bantah Ada Zona Hitam di Jakarta

Megapolitan
Fakta Pengusaha Roti Asal Taiwan Tewas oleh Pembunuh Bayaran, Berawal Sekretaris Sakit Hati

Fakta Pengusaha Roti Asal Taiwan Tewas oleh Pembunuh Bayaran, Berawal Sekretaris Sakit Hati

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hoaks Jakarta Zona Hitam Covid-19 | Kisah Pilot Banting Stir Jualan Mi Ayam

[POPULER JABODETABEK] Hoaks Jakarta Zona Hitam Covid-19 | Kisah Pilot Banting Stir Jualan Mi Ayam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X