Ahok "Ngeluh" Tak Bisa Awasi Pengelolaan Semua Taman di Jakarta

Kompas.com - 09/02/2016, 14:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghampiri warga seusai peresmian sepuluh taman di Taman Jagakarsa, Selasa (9/2/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghampiri warga seusai peresmian sepuluh taman di Taman Jagakarsa, Selasa (9/2/2016).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluhkan sulitnya mengawasi pengelolaan taman di ibu kota.

Salah satunya adalah taman di kolong Flyover Klender, Jakarta Timur yang dinilainya terbengkalai. (Baca: Ahok Senang Ada Warga Marahi Dinas Pertamanan).

"Masak Taman Klender enggak tahu. Saya mana mungkin bisa awasi ratusan taman," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (9/2/2016).

Menurut Basuki, taman di kolong Flyover Klender tersebut sudah lama dibangun.

Ia pun sudah mencopot jabatan Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur terkait kinerjanya yang dinilai tidak memuaskan dalam mengelola taman di Jakarta Timur.

Menurut dia, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur yang ketika itu, kerap beralasan menunggu anggaran untuk perbaikan taman.

"Sekarang enggak bisa nunggu anggaran lagi. Sudah saya copot itu Sudin (Pertamanan) Jakarta Timur yang enggak mau kerja, saya ganti sama sudin yang baru," ujar dia.

Basuki mengatakan, seluruh tanah di Jakarta harus hijau serta ditanami tumbuhan. Taman-taman di Jakarta tidak boleh ada yang terbengkalai.

Ia pun mengatakan, taman di kolong Flyover Klender awalnya merupakan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ditutup melalui pembangunan taman. (Baca: Ahok: Dinas Pertamanan Masih Belum Memuaskan).

"Kalau PKL masuk lagi, kamu mesti tegas dong. Kalau kamu enggak sanggup, enggak usah kerja," kata Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Megapolitan
1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X