Krishna: Berkas Perkara Mirna Tebal Sekali, Seperti Disertasi

Kompas.com - 11/02/2016, 14:51 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016) Dian Ardiahanni/Kompas.comDirektur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016)
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan berkas perkara kasus kematian Wayan Mirna Salihin ke Kejaksaan Tinggi pada pekan depan.

"Akan kami upayakan minggu depan penyerahan berkas tahap pertama ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/2/2016).

Menurut Krishna, saat ini polisi mengebut pemeriksaan saksi dan tersangka. (Baca: Menganalisa Motif Pembunuhan Mirna, Polisi Bawa Jessica Tes Psikologi di RSCM).

Ada beberapa keterangan ahli yang ditambahkan untuk menyelesaikan pemberkasan kasus Mirna.

"Kami sedang membuat resume, nanti poin-poinnya akan diambil untuk dianalisis. Ini butuh multidisiplin ilmu, jadi berkas ini tebal sekali seperti membuat disertasi," ucap dia.

Saat disinggung mengenai alat bukti apa lagi yang dicari, Krishna mengatakan pihaknya sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk untuk menjerat Jessica Kumala Wongso yang ditetapkan sebagai tersangka kasus ini.

"Pembuktian dalam kaitan pidana kami cukup, kami tidak sanksi. Sekarang hanya proses pelengkapan pemberkasan dan analisa saja," ujar dia.

Polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus kematian Mirna. (Baca: Kasus Mirna, Polda Metro Jaya akan Kirim Penyidik ke Australia ).

Adapun Mirna tewas setelah minum kopi yang diduga bercampur dengan sianida.

Kompas TV Mirna Jadi Idola Sekolah Saat SMA

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Megapolitan
Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X