Ahok: Saya Setuju Legalisasi Lokalisasi Prostitusi, tetapi Kita Munafik

Kompas.com - 12/02/2016, 19:01 WIB
Andri Donnal Putera Tampak lantai dua bangunan salah satu kafe di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Tempat ini terdiri dari sepuluh kamar berukuran 2x1 meter yang digunakan sebagai tempat untuk praktik prostitusi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan setuju dengan legalisasi lokalisasi prostitusi. Namun tidak ada aturan yang mendasari kebijakan itu.

"Saya setuju (legalisasi kawasan prostitusi) tapi enggak bisa, enggak ada dasar konstitusinya. Kita kan bangsa yang munafik, enggak boleh," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (12/2/2016).

"Korupsi juga enggak boleh kan, tapi (korupsi) jalan terus gitu lho," kata Basuki lagi.

Sehingga ia tidak berencana melegalisasi kawasan lokalisasi prostitusi Kalijodo. Bahkan, lanjut dia, pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di Kalijodo tidak memiliki KTP DKI.

"Makanya kita jadi munafik kan? Saya sudah bilang berkali-kali, kalau kotoran manusia berserakan di mana-mana, itu jorok. Tapi kalau kamu masukin kotoran ke toilet enggak berasa jorok kan?," kata Basuki.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKistyarini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X