Kompas.com - 13/02/2016, 13:25 WIB
Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir, Selasa (10/2/2015). Jakarta menghadapi masalah penurunan muka tanah. Kondisi itu diperparah oleh semakin minimnya daerah resapan air yang diganti dengan hunian dan gedung-gedung pencakar langit. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAKawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir, Selasa (10/2/2015). Jakarta menghadapi masalah penurunan muka tanah. Kondisi itu diperparah oleh semakin minimnya daerah resapan air yang diganti dengan hunian dan gedung-gedung pencakar langit.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan permasalahan banjir di Jakarta tidak lain disebabkan oleh tali air yang masih banyak mampet.

Tali air atau saluran air itu kini sedang dalam proses perbaikan dengan membongkar trotoar di beberapa tempat.

"Itu kita sudah ketemu masalah tali air, nah itu yang lagi kita perbaiki. Dulu kalau orang buat trotoar, tali air itu buntu sebetulnya. Nah, kita sekarang sudah mulai bongkar-bongkarin," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Selain menyelesaikan masalah tali air, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui dinas terkait juga akan menggunakan sebuah boks sebagai tempat kabel di bawah tanah. Boks yang dimaksud memiliki ukuran yang cukup besar, dengan kedalaman sekitar tiga meter.

"Jadi, kalau ada orang mau masang kabel, dia enggak perlu bobok-bobok lagi, ngerusak trotoar, dia tinggal turun masukin kabelnya," tutur Basuki.

Terlepas dari tali air dan boks kabel, Basuki mengakui ada beberapa tanggul yang memerlukan perbaikan segera. Basuki juga sudah menginstruksikan kepada wali kota terkait untuk mengerjakan perbaikan untuk tanggul-tanggul yang rusak.

"Tanggul kita akan kerjain mungkin Maret atau April akan kita groundbreaking," ujar dia. (Baca: Keanehan Penyebab Banjir Jakarta Menurut Ahok)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.