Kompas.com - 25/02/2016, 21:55 WIB
EditorFidel Ali
JAKARTA, KOMPAS.com- Tim pengacara tiga korban mengapresiasi putusan hakim Mahkamah Agung (MA) yang menghukum 11 tahun penjara terhadap dua guru Jakarta Internasional School (JIS) terkait pelecehan seksual terhadap muridnya.

"Saya apresiasi MA berani menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada warga negara asing," kata pengacara tiga korban pelecehan seksual guru JIS, Johan Lee Chandra dari Kantor JLC & Associates Law Firm di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Johan menuturkan majelis hakim MA memiliki "nyali" untuk menghukum dua guru JIS, yakni Ferdinand Tjiong dan Neil Bantleman yang merupakan warga asal Kanada itu.

Johan menyatakan putusan MA itu menunjukan semua orang yang terkait kasus pidana sama di depan hukum.

Bagi ketiga keluarga korban, putusan MA merupakan akhir dari penantian panjang untuk mendapatkan keadilan di Indonesia.

"Jangan sampai terjadi lagi kekerasan terhadap anak-anak lain," kata pengacara itu.

Sebelumnya, MA mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum dengan memvonis 11 tahun penjara terhadap dua guru JIS yang menjadi terdakwa kasus pelecehan seksual murid sekolah internasional tersebut pada Rabu (24/2).

Majelis hakim yang terdiri atas Hakim Ketua Artidjo Alkostar dengan anggota Majelis Suhadi dan Salman Luthan meyakini terdakwa Ferdinand Tjiong dan Neil Bantleman terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap tiga muridnya.

Menurut Suhadi, majelis kasasi menilai pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) sudah tepat. (Baca: Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, MA Vonis Guru JIS 11 Tahun Penjara)

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memvonis Ferdinand Tjiong dan Neil Bantleman hukuman penjara selama 10 tahun, namun Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membebaskan kedua terdakwa tersebut.

Atas putusan banding tersebut, Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke MA dan akhirnya majelis kasasi menambah hukumannya menjadi 11 tahun penjara.

Vonis MA itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut kedua pengajar JIS tersebut dihukum 12 tahun penjara.

Kasus pelecehan seksual terhadap murid JIS ini berawal laporan orang tua murid, FLW pada 15 April 2015. (Baca: Divonis Bersalah oleh MA, Guru JIS Langsung Ditangkap Aparat Kejaksaan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 26 Juni 2022: Ada 130 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 507 Pasien Dirawat

UPDATE 26 Juni 2022: Ada 130 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 507 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi pada 27 Juni-2 Juli 2022

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pelayanan SIM Keliling di Kota Bekasi pada 27 Juni-2 Juli 2022

Megapolitan
UPDATE 26 Juni: Tambah 52 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

UPDATE 26 Juni: Tambah 52 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

Megapolitan
Penemuan Batu Besar Bersejarah di Bekasi dan Proses Pemindahannya yang Dianggap Bermasalah...

Penemuan Batu Besar Bersejarah di Bekasi dan Proses Pemindahannya yang Dianggap Bermasalah...

Megapolitan
Saat Anies Pamer Hasil Kerjanya di Malam Puncak Jakarta Hajatan...

Saat Anies Pamer Hasil Kerjanya di Malam Puncak Jakarta Hajatan...

Megapolitan
Kontroversi Holywings, dari Langgar PPKM hingga Kasus Penistaan Agama

Kontroversi Holywings, dari Langgar PPKM hingga Kasus Penistaan Agama

Megapolitan
Polisi Terbitkan DPO Kasus Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Ini Ciri-ciri Pelaku

Polisi Terbitkan DPO Kasus Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Ini Ciri-ciri Pelaku

Megapolitan
Politisi PDI-P Minta Anies Tanggung Jawab soal Perubahan Nama Jalan di Jakarta

Politisi PDI-P Minta Anies Tanggung Jawab soal Perubahan Nama Jalan di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Jakarta Terancam Gempa | Penumpang Jatuh ke Bawah Peron Saat KRL Melintas

[POPULER JABODETABEK] Saat Jakarta Terancam Gempa | Penumpang Jatuh ke Bawah Peron Saat KRL Melintas

Megapolitan
Cara Cek Lokasi Pedagang Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Per Liter di Jabodetabek

Cara Cek Lokasi Pedagang Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Per Liter di Jabodetabek

Megapolitan
UPDATE 26 Juni: Bertambah 364, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini Ada 8.522

UPDATE 26 Juni: Bertambah 364, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini Ada 8.522

Megapolitan
UPDATE 26 Juni: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.055 dalam Sehari

UPDATE 26 Juni: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.055 dalam Sehari

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaktim dan Bodebek Diguyur Hujan Siang hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaktim dan Bodebek Diguyur Hujan Siang hingga Malam

Megapolitan
Pria yang Lecehkan Tiga Perempuan di Pasar Malam Cidodol Ditetapkan sebagai Tersangka

Pria yang Lecehkan Tiga Perempuan di Pasar Malam Cidodol Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
Seorang Pria Lecehkan Tiga Perempuan di Pasar Malam Cidodol, Dua Korban di Antaranya Masih di Bawah Umur

Seorang Pria Lecehkan Tiga Perempuan di Pasar Malam Cidodol, Dua Korban di Antaranya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.