Taufik Persoalkan Etika, Bukan Salah atau Benar "Teman Ahok" Gunakan Aset DKI

Kompas.com - 21/03/2016, 18:08 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Kamis (17/3/2016) Kompas.com/Alsadad RudiKetua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Kamis (17/3/2016)
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, dia tidak mempersoalkan legalitas sekretariat "Teman Ahok" yang berada di atas lahan milik DKI Jakarta.

Taufik mengatakan, keberadaan sekretariat itu menjadi sorotan karena adanya hubungan antara aktivitas Teman Ahok di kantor tersebut dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan maju lagi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) DKI tahun depan. (Baca: Pak Wagub Itu "Ngomongnya" Suka Kadang-kadang...)

"Bukan masalah salah atau benar loh, tetapi masalah etis dan enggak. Karena apa? Karena di sana ada kantor Teman Ahok yang ada kaitannya sama cagub petahana sekarang," kata Taufik di Gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Senin (21/3/2016).

Ia mengatakan, hal itu membuat kesan bahwa Ahok memfasilitasi Teman Ahok dengan aset milik Pemprov DKI.

Taufik kemudian mengusulkan agar pansus aset di DPRD DKI mengusut masalah itu. 

"Bukan karena ada masalah itu terus dibikin pansus, bukan. Jangan salah. Pansus ini kan memang lagi jalan. Nah, ada masalah ini (kantor Teman Ahok), saya kira bisa sekalian," ujar Taufik.

Taufik menyayangkan sikap Hasan Nasbi dari Cyrus Network yang malah mempersoalkan hal itu. Menurut Taufik, dirinya hanya memberikan saran supaya tidak terjadi masalah pada kemudian hari. (Baca: Hasan Cyrus: Saya Kan Bayar Sewa, Bukan Dapat Gratis Pakai "Kekuatan")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hasan Nasbi suruh jual sepatu saja di situ, orang-orang enggak bakal ribut. Tetapi, kan ini ada kaitan sama pilgub nanti bisa diputer-puter sama orang," ujar Taufik yang pernah dipenjara karena kasus korupsi.

Sekretariat Teman Ahok itu menggunakan bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pempov DKI yang sudah dikelola PT Sarana Jaya. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik BUMD DKI.

Sarana Jaya menyewakan rumah itu kepada Hasan Nasbi dari Cyrus Network yang kemudian menjadikan tempat itu sebagai sekretariat Teman Ahok.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.