Kepala Museum Bahari: Penertiban Pasar Ikan Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Kompas.com - 13/04/2016, 21:28 WIB
Tampak bangunan Museum Kebaharian yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (2/4/2016). Bangunan ini dulunya merupakan gudang rempah yang digunakan VOC untuk menampung rempah-rempah yang didapat dari Nusantara. 








Andri Donnal PuteraTampak bangunan Museum Kebaharian yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (2/4/2016). Bangunan ini dulunya merupakan gudang rempah yang digunakan VOC untuk menampung rempah-rempah yang didapat dari Nusantara.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Penertiban kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dinilai tidak menggangu kunjungan wisatawan ke Museum Bahari, yang berdekatan dengan kawasan tersebut.

Kepala Museum Bahari Husnison Nizar mengatakan, sejak kawasan Pasar Ikan ditertibkan pada Senin (11/4/2016), tidak ada perubahan jumlah pengunjung.

"Ini kan mau hari libur Sabtu dan Minggu, nanti kami lihat. Tetapi hari hari biasa sampai sekarang normal saja," kata Husnison kepada Kompas.com, Rabu (13/4/2016).

(Baca: Pasar Ikan Jadi Sentra Wisata)

Dalam sehari, Husnison mengatakan, museum Bahari bisa dikunjungi ratusan pengunjung.

Untuk satu rombongan anak-anak yang melakukan study tour, jumlah yang datang bisa mencapi 140 hingga 200 orang.

Sementara itu, untuk rombongan orang dewasa biasa, bisa mencapai 100 hingga 200 orang sekali datang. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Husnison mengatakan, kunjungan wisatawan asing juga tidak mengalami penurunan.

"Saya memang belum dengar ada yang complain, tetapi kalau bule kan suka melihat yang seperti itu," kata Husnison.

(Baca juga: Setelah Penertiban, Warga Pasar Ikan Tidur di Puing-puing Bangunan )

Letak museum Bahari hanya berjarak sekitar 150 meter dari kawasan Pasar Ikan yang telah ditertibkan.

Rencananya, penggusuran dilakukan untuk dijadikan sebuah kawasan wisata Bahari di daerah Jakarta Utara. 

Kompas TV Warga Penjaringan Bertahan di Perahu Nelayan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes DKI: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Akan Digelar di Sekolah

Dinkes DKI: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Akan Digelar di Sekolah

Megapolitan
Dibanding Juli 2021, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Naik 596 Persen

Dibanding Juli 2021, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Naik 596 Persen

Megapolitan
Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.