Ahok Janji Akan Bantu jika Warga Lauser Tak Duduki Lahan RTH

Kompas.com - 09/05/2016, 11:23 WIB
Warga Jalan Lauser mendengarkan pengunguman penundaan SP-2 di depan pintu masuk permukimannya di RT 08/08, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAWarga Jalan Lauser mendengarkan pengunguman penundaan SP-2 di depan pintu masuk permukimannya di RT 08/08, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengetahui kebijakan Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang menertibkan permukiman di Jalan Lauser, yang disebut merupakan aset PD PAM Jaya.

Pria yang lebih akrab disapa Ahok itu menegaskan, selama lahan yang diduduki bukan ruang terbuka hijau, Pemprov DKI akan memberikan pertimbangan-pertimbangan.

"Patokannya gini, kami akan bantu kalau itu bukan hijau (RTH). Tetapi, kalau hijau, kita enggak bisa karena hukumannya pidana. Tetapi, kalau bukan hijau, kita masih bisa ada pertimbangan-pertimbangan," ujar Ahok saat meninjau pelaksanaan UN di MTsN 3 Jakarta, Senin (9/5/2016).

Ahok menduga bahwa warga yang selama ini bermukim secara ilegal di tanah milik PD PAM Jaya dulunya adalah pegawai PAM yang kemudian menyewakan rumah-rumah mereka. Karena hal ini pula, pemerintah tidak akan menyediakan rusun bagi warga.

"Ya, mereka biar cari kontrakan yang baru saja lagi," ujar Ahok.

Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi membenarkan pernyataan Ahok itu. Menurut dia, pada awalnya, ada delapan orang pegawai yang menempati rumah di RT 08/08 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan surat izin dari Direktur Utama PD PAM Jaya.

Oleh karena PD PAM Jaya merupakan BUMD, Pemprov berhak melakukan penertiban di tanah itu.

Tri pun membiarkan jika warga memprotes dengan memblokade jalan.

"Kenapa ditutup? Ya entar, biar saja sama pak polisi. Kenapa ditutup-tutup gitu. Hari ini SP 2 jadi turun," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

Megapolitan
Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Megapolitan
3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

Megapolitan
Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X