Diputuskan Jokowi, Ahok-Jonan Sepakat soal LRT

Kompas.com - 08/06/2016, 16:22 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Dirut PT KAI Ignasius Jonan saat menandatangani perjanjian kerjasama penertiban lahan di bawah jalan layang kereta api, di Balaikota Jakarta, Rabu (1/10/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Dirut PT KAI Ignasius Jonan saat menandatangani perjanjian kerjasama penertiban lahan di bawah jalan layang kereta api, di Balaikota Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama baru saja membahas masalah proyek light rail transit (LRT) bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

Basuki mengatakan, kini perbedaan pendapat dengan Kementerian Perhubungan mengenai LRT sudah selesai.

"LRT sudah selesai. Waktu itu kan Pak Jonan (Menteri Perhubungan Ignasius Jonan) minta keputusan harus ada di Pak Presiden. Nah, Presiden sudah tegaskan bahwa kita enggak boleh mundur, sudah LRT," ujar Basuki atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/6/2016).

Sebelumnya, Ahok ngotot agar rel LRT Jabodetabek menggunakan rel yang lebih lebar. Alasannya ialah karena rel dengan lebar 1.435 mm merupakan rel yang umum digunakan di banyak negara.


Selain itu, Ahok menyebut rel dengan lebar 1.435 mm lebih baik untuk rel jalur layang. Sementara itu, Jonan menginginkan rel yang lebih sempit.

"Presiden sudah putusin semua pakai (rel) standar," ujar Ahok.

Ahok mengatakan, nantinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeluarkan public service obligation (PSO) untuk subsidi LRT. Hanya saja, PSO yang dikeluarkan Pemprov saat ini sudah besar, yaitu mencapai Rp 3 triliun untuk subsidi bus transjakarta.

Pemprov DKI tidak sanggup mengeluarkan PSO lebih banyak lagi. Ahok berencana untuk menggunakan uang retribusi ERP untuk membiayai PSO LRT.

"Kalau ada kereta api lagi, enggak sanggup bayar mahal, kita mesti PSO. Makanya, duit dari ERP untuk subsidi. Duit ERP semua akan dimasukkan untuk PSO," ujar Ahok.

Ahok mengatakan, Jonan pasti setuju dengan hal ini. Sebab, keputusan itu ditentukan langsung oleh Jokowi.

"Dia (Jonan) harus setuju kan (disuruh) Presiden. Pak Jonan kan ngomong yang bisa perintah saya cuma Presiden," ujar Ahok.

Moda transportasi LRT disiapkan sebagai fasilitas angkutan selama pelaksanaan Asian Games 2018. Jalurnya melewati sejumlah arena dan fasilitas pendukung Asian Games, yakni arena balap sepeda di Rawamangun, pacuan kuda di Pulomas, depo di Kelapa Gading, dan kampung atlet di Kemayoran.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X