Ini Kronologi Kekerasan yang Dilakukan Ivan Haz hingga Dilaporkan ke Polda Metro

Kompas.com - 16/06/2016, 07:04 WIB
Politisi PPP Fanny Safriansyah atau Ivan Haz menggelar jumpa pers bersama
sejumlah pimpinan fraksi PPP, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat
(9/10/2015).
IhsanuddinPolitisi PPP Fanny Safriansyah atau Ivan Haz menggelar jumpa pers bersama sejumlah pimpinan fraksi PPP, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2015).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com
— Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang kedua terhadap mantan anggota DPR RI Fanny Safriansyah alias Ivan Haz. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu digelar pada Rabu (15/6/2016) sore.

Salah satu saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum yakni korban kekerasan Ivan, pembantu rumah tangga berinisial T (21). Selama lebih kurang dua jam, T menceritakan bagaimana mulanya dia bekerja dengan Ivan hingga mengalami kekerasan tersebut.

T mengaku mulai bekerja dengan Ivan pada 2 Mei 2015. Saat itu, dia diantar oleh kurir dari yayasan penyalur baby sitter ke apartemen Ivan.

"Saya diantar sama kurir. Pak Ivan yang nyambut (di apartemennya). Setelah kurirnya, saya, Pak Ivan, selesai tanda tangan (kontrak kerja), kurirnya pulang," ujar T.

Setelah lebih kurang satu pekan bekerja, T merasa tidak betah dan ingin kembali ke yayasan. Saat itu, Ivan belum pernah melakukan kekerasan kepadanya. Dia hanya menyebut tidak terbiasa tinggal di apartemen dan takut karena kerap mendengar Ivan bertengkar dengan istrinya pada malam hari.

"Pagi, setengah 7 (06.30), pas anak mau mandi, saya bilang Bu Anna, istrinya Pak Ivan. 'Bu, maaf sebelumnya saya di sini enggak betah karena enggak biasa di apartemen'," kata T.

"Kalau malam-malam Pak Ivan sama Bu Anna suka berantem, saya takut," sambungnya.

Istri Ivan kemudian menyarankan T untuk berbicara kepada Ivan. Kemudian Ivan meminta T untuk menunggu ada orang lain yang menggantikannya.

"Saya tunggu sampai ada ganti, tapi belum ada ganti. Karena enggak ada ganti terus, saya mau kabur pertamanya," tutur dia.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

Megapolitan
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

Megapolitan
Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Megapolitan
17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Megapolitan
Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Megapolitan
Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Megapolitan
Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Megapolitan
Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Megapolitan
ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

Megapolitan
BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

Megapolitan
Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Megapolitan
KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X