Kompas.com - 11/07/2016, 09:39 WIB
Upacara pagi yang dilangsungkan di Balai Kota Depok, Senin (11/7/2016). Upacara yang dipimpin langsung Wali Kota Depok Mohamad Idris Abdul Shomad menandai dimulainya kembali aktivitas birokrasi di Depok pasca libur lebaran. Alsadad RudiUpacara pagi yang dilangsungkan di Balai Kota Depok, Senin (11/7/2016). Upacara yang dipimpin langsung Wali Kota Depok Mohamad Idris Abdul Shomad menandai dimulainya kembali aktivitas birokrasi di Depok pasca libur lebaran.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

DEPOK, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Depok mengancam akan menghapus tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) yang bolos kerja pasca-libur Lebaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok Sri Utomo menuturkan, penghapusan tunjangan akan diberlakukan jika jumlah total ketidakhadiran PNS yang bersangkutan pada tahun ini telah mencapai 15 kali.

(Baca juga: Puluhan PNS Kota Bekasi Terlambat pada Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran)

Jika kurang dari itu, maka PNS yang bersangkutan hanya mengalami pemotongan tunjangan.

"Nanti diakumulasikan dengan jumlah ketidakhadiran. Kalau kumulatifnya besar, lebih dari 15 hari, tunjangannya tidak keluar," kata Sri di Balai Kota Depok, Senin (11/7/2016).

Menurut Sri, sanksi berupa penghapusan atau pemotongan tunjangan hanya akan dikenakan kepada PNS yang tidak hadir tanpa keterangan.

Ia memastikan sanksi tersebut tidak akan dikenakan kepada PNS yang tidak hadir dengan menyertakan alasan.

"Kami akan cek dulu alasan ketidakhadirannya karena apa. Kalauk sakit ya tidak ada sanksi. Kalau tanpa keterangan, kami akan tanya tanpa keterangannya karena apa," ujar dia.

Seperti pegawai pada instansi pemerintah yang lain, pegawai Pemkot Depok kembali bekerja pada hari ini.

(Baca juga: Ketika PNS yang Dicopot dari Jabatannya Bermaaf-maafan dengan Ahok)

Dimulainya kembali aktivitas birokrasi di Pemkot Depok ini diawali dengan upacara pagi yang dihadiri ratusan PNS.

Upacara ini dipimpin Wali Kota Depok Mohamad Idris Abdul Shomad. Usai upacara, para PNS langsung bersalaman-salaman dengan Wali Kota beserta pejabat Pemkot Depok lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Megapolitan
Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Megapolitan
Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Megapolitan
Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Megapolitan
Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Megapolitan
Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Megapolitan
Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Megapolitan
Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Megapolitan
Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.