Kompas.com - 19/07/2016, 22:00 WIB
Bajaj yang pernah dipakai Jokowi saat mendaftakan diri ke KPU saat parkir di depan rumah Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya 6, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubBajaj yang pernah dipakai Jokowi saat mendaftakan diri ke KPU saat parkir di depan rumah Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya 6, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2014).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Organda DKI Jakarta , Shafruhan Sinungan mengatakan, rencana untuk melarang angkutan bajaj melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, merupakan aturan yang sudah sejak lama telah diterapkan.

Sebelumnya, Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat menyebut akan segera menerapkan larangan angkutan umum jenis bajaj melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat dikarenakan bajaj tidak pantas melintas di jalan protokol di dekat Istana Negara.

Shafruhan mengatakan, sejak lama aturan itu diterapkan, dan sampai saat ini tidak ada bajaj yang masuk ke dalam rute-rute yang telah dilarang untuk dimasuki oleh bajaj.

"Kecuali mereka melintas saja ya, itu boleh. Tapi kalau mereka sudah masuk ke dalam jalannya, ya jelas itu enggak boleh," ujar Shafruhan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/7/2016).

Shafruhan yakin, tidak ada satupun bajaj yang berani ngetem atau masuk ke dalam jalan protokol termasuk Jalan Merdeka. Kalaupun ada, kata Shafruhan, bajaj tersebut masuk pada saat ada aksi demo.

"Pernah kamu lihat bajaj di Thamrin atau Sudirman? Tidak ada kecuali dia hanya melintas," ujar Shafruhan.

Shafruhan enggan menanggapi perihal alasan Suku Dinas yang melarang bajaj melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dan Barat karena dianggap tidak pantas berlalu lalang di depan Istana Negara.

Tapi menurutnya Suku Dinas Pehubungan harusnya tahu kalau aturan itu sudah lama diterapkan. (Baca: Dianggap Memalukan, Bajaj Dilarang Lewati Jalan di Depan Istana Merdeka)

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat segera menerapkan larangan angkutan umum jenis bajaj melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Pelarangan akan diterapkan lantaran bajaj kerap ngetem di sekitar jalan tersebut dan dianggap tidak pas jika melewati Istana Negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.