Djarot Ingin Wisman Datang ke Jakarta Tidak Hanya untuk Bisnis, tetapi Juga Berwisata

Kompas.com - 02/08/2016, 17:21 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri pengukuhan pengurus Paguyuban Werdatama Jaya Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/7/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri pengukuhan pengurus Paguyuban Werdatama Jaya Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menginginkan wisatawan mancanegara datang ke Jakarta bukan hanya untuk urusan bisnis, melainkan juga untuk menyempatkan diri mengunjungi tempat wisata di Ibu Kota.

Oleh karena itu, Djarot ingin agar potensi wisata di sejumlah wilayah ditingkatkan.

"Kita ingin mereka ke Jakarta bukan sekadar bisnis karena di sini masih banyak tempat wisata. Kota Tua, Kepulauan Seribu tuh eksotis," ujar Djarot di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Selasa (2/8/2016).

(Baca: Kunjungan Wisman ke Jakarta Didominasi Urusan Bisnis )

Djarot mengatakan, pada umumnya wisatawan mancanegara tidak suka berkunjung ke mal-mal saat datang ke Jakarta.

Mereka lebih suka mengeksplorasi tempat-tempat menarik, seperti Jalan Jaksa, Jalan Sabang, dan makam Belanda di dekat Kantor Pemkot Jakarta Pusat.

Djarot berharap para turis itu menyisipkan agenda bertamasya di tengah urusan bisnis mereka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makanya itu juga kemarin kita kan revitalisasi kawasan misal Pasar Ikan, Muara Angke, bikin pusat makan ikan bakar gitu loh, festival kuliner. Tapi masyarakat yang buat dari asosiasi-asosiasi dan harus rutin," ujar Djarot.

Sebelumnya, BPS DKI Jakarta merilis kunjungan wisman ke Ibu Kota menurun. Berdasarkan data BPS, penurunan tersebut dapat dilihat dengan membandingkan jumlah wisman masuk ke Jakarta pada bulan Mei dan Juni.

Pada bulan Mei, wisman ke Ibu Kota jumlahnya mencapai 193.208, sedangkan bulan Juni 156.326. Artinya, ada penurunan sebesar 19,09 persen.

(Baca juga: Jumlah Wisman ke Jakarta Turun 19,09 Persen pada Juni)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

Megapolitan
Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Megapolitan
13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Megapolitan
Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Megapolitan
RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

Megapolitan
Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Pihak Wisma Atlet: Coba Lebaran Kemarin Bisa Diatur, Lonjakan Covid-19 Tidak Setinggi Ini

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau

Megapolitan
Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Jumlah Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet di Kemayoran dan Pademangan Tembus 7.056

Megapolitan
Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Anies: Kita di Rumah Saja Sabtu-Minggu, Jangan Bepergian

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Depok Tingkatkan WFH Jadi 70 Persen

Megapolitan
Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Melintas di JLNT Casablanca Bareng Mobil, Ini Komentar Para Pesepeda Road Bike

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Rusun Nagrak Harus Melalui Rujukan Puskesmas

Megapolitan
Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Cerita Pesepeda Lipat dan MTB yang Diusir Saat Coba Melintasi JLNT Casablanca

Megapolitan
Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Dinkes DKI Siapkan Nakes hingga Poliklinik

Megapolitan
OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

OJK Bakal Minta Blokir Aplikasi Pinjol Setelah Teror Pria yang Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X