Warga Serang Pernah Ditembak Saat Tolak Pengerukan Pasir Laut

Kompas.com - 18/08/2016, 19:11 WIB
Sidang gugatan terhadap Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta tentang pemberian izin reklamasi terhadap pulau F, I dan K kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Kamis (11/8/2016), dengan agenda pemeriksaan saksi. Dua nelayan di teluk Jakarta dihadirkan sebagai saksi. Kompas.com/Robertus BelarminusSidang gugatan terhadap Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta tentang pemberian izin reklamasi terhadap pulau F, I dan K kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Kamis (11/8/2016), dengan agenda pemeriksaan saksi. Dua nelayan di teluk Jakarta dihadirkan sebagai saksi.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat bersaksi soal dampak pengerukan pasir di Serang, Banten, salah seorang petambak, Maftuh Hafi (40), warga Desa Domas, Kecamatan Pontang, Banten mengungkapkan adanya kekerasan terhadap warga di sana yang menolak pengerukan itu.

Menurut Maftuh, kekerasan berupa penembakan terhadap empat orang warga dilakukan oleh awak kapal pengeruk pasir itu. Kejadian itu terjadi tahun 2012.

"Empat warga ditembak sama yang di kapal," kata Maftuh di ruang sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (18/8/2016).

Empat nelayan yang ditembak itu bernama Mustaya, Puji, Sanan dan Kasbulan. Nelayan dan petambak menurutnya memang kerap menghalau kapal pengeruk itu.

"Hampir setiap hari itu kami demo," ujar Maftuh.

Kesaksian Maftuh dibenarkan Rohmatulah (28), warga Desa Lontar Kampung Margiyasa, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten.

Namun hal itu disampaikan Rohmatulah di luar ruang sidang. Dirinya hari ini tidak jadi bersaksi.

Rohmatulah mengatakan, dirinya satu kapal dengan salah satu korban yang ditembak.

"Masyarakat sudah beberapa kali menghalau kapal tapi enggak dihiraukan, secara spontan dengan pemberat jaring kami lempar, dari pihak kapal langsung saja tembak," kata Rohmatulah.

Masih menurut warga, pasir yang dikeruk dari sana dibawa ke Teluk Jakarta untuk keperluan proyek reklamasi.

(Baca: Pasir di Banten Dikeruk untuk Reklamasi di Jakarta.)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Divonis 1 Tahun, Habil Marati: Pasti Banding, Ini Persoalan Harga Diri Men...

Megapolitan
Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X