Paspor Indonesia Milik 177 WNI yang Ditahan di Filipina Hilang

Kompas.com - 04/09/2016, 18:56 WIB
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Johny Luminta, melakukan serah terima 58 WNI yang ditahan di Filipina. Sejumlah SKPD dari daerah asal para WNI  datang untuk menjemput, Minggu (4/9/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaDirektur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Johny Luminta, melakukan serah terima 58 WNI yang ditahan di Filipina. Sejumlah SKPD dari daerah asal para WNI datang untuk menjemput, Minggu (4/9/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Johny Lumintang, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui keberadaan paspor Indonesia milik 177 warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan Pemerintah Filipina.

Johny mengatakan, kuat dugaan kalau ratusan paspor itu diambil oleh sindikat yang hendak mengirim para WNI untuk pergi haji menggunakan paspor Filipina.

Dari keterangan para WNI, Johny mengetahui kalau sebelum para WNI berangkat haji, seluruh paspor Indonesia telah dikumpulkan terlebih dahulu oleh sindikat tersebut dan diganti menggunakan paspor Filipina.

"Paspor Filipina sudah pasti ditahan, paspor Indonesia tidak tahu di mana, tidak ada. Paspor Indonesia diambil oleh sindikat ini sewaktu di imigrasi," ujar Johny di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (4/9/2016).

Johny mengatakan, kehilangan paspor Indonesia itu membuat 168 dari 177 WNI yang tiba di tanah air hari ini menggunakan surat perjalanan laksana paspor sebagai pengganti paspor yang hilang.

Secara terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengaku baru mengetahui kehilangan paspor tersebut.

"Oh ya? (Paspor hilang), terimakasih sudah diinformasikan," ujar Iqbal.

Minggu siang, 168 dari 177 WNI tiba di Tanah Air. Pemulangan ratusan WNI itu menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan XT 982 rute Makassar menuju Cengkareng.

Sebelum memulangkan 58 WNI melalui Bandara Soekarno-Hatta, pemerintah terlebih dahulu memulangkan 110 WNI asal Sulawesi. Sembilan WNI lainnya masih ditahan Pemerintah Filipina untuk dijadikan saksi pemalsuan paspor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Megapolitan
Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Megapolitan
Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X