Kompas.com - 13/10/2016, 19:27 WIB
Dari kiri foto ; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Syafii Mupid, Rais Syuriah PBNU Ahmad Ishomuddin, Komisioner Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Muhammad Jufri, dan Direktur LIMA Indonesia Ray Rangkuti, dalam acara Media Gathering Bawaslu DKI Jakarta dengan tema Kompas.com/Robertus BelarminusDari kiri foto ; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Syafii Mupid, Rais Syuriah PBNU Ahmad Ishomuddin, Komisioner Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Muhammad Jufri, dan Direktur LIMA Indonesia Ray Rangkuti, dalam acara Media Gathering Bawaslu DKI Jakarta dengan tema "Mendorong Pilkada DKI yang Cerdas, Damai dan Tanpa SARA", Kamis (13/10/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Ahmad Ishomuddin mengimbau dalam pilkada, semua pihak termasuk pasangan calon tidak menggunakan ayat kitab suci untuk menyerang pasangan calon lainnya.

"Saya imbau agar umat Islam jangan gunakan ayat atau hadis Nabi untuk menyerang pasangan calon lainnya," kata Ahmad, dalam acara Media Gathering Bawaslu DKI Jakarta dengan tema "Mendorong Pilkada DKI yang Cerdas, Damai dan Tanpa SARA", di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Ia juga berharap dalam pilkada, pasangan calon yang ada tidak mengkait-kaitkan ayat kitab suci dengan simbol partai politik. Sebab, zaman Orde Baru hal itu pernah terjadi.

"Dan juga tempat ibadah, masjid, jangan jadi tempat kampanye," ujar Ahmad.

Ahmad juga berpesan, agar media massa dapat memberitakan secara profesional, yang tidak menimbulkan konflik antar umat beragama atau menimbulkan ketidak harmonisan antar warga.

"Jangan sampai Jakarta sebagai Ibu Kota jadi rawan isu SARA. Tidak amannya kota Jakarta bisa merembet ke daerah lain," ujar Ahmad. (Baca: Ahok Berjanji Tak Akan Lagi Kutip Ayat Kitab Suci)

Ia meminta, pilkada dilakukan secara sehat dan tidak membawa isu SARA atau melakukan black campaign seperti memfitnah pasangan calon lain, melecehkan dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kampanye model begitu di negara demokrasi tidak boleh, harus tentang visi, misi dan program," ujarnya.

Kompas TV Komentar Bawaslu Soal Pelaporan Ahok
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.