“Timeline” Kasus Kematian Mirna hingga Pembacaan Putusan Hakim untuk Jessica

Kompas.com - 27/10/2016, 07:15 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Jessica Kumala Wongso telah menjalani 31 kali persidangan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, mulai dari dakwaan hingga pembacaan duplik dirinya dan tim kuasa hukum.

Kamis (27/10/2016) ini, majelis hakim akan membacakan putusan untuk Jessica, terdakwa dalam kasus itu.

Live streaming sidang vonis untuk Jessica: https://youtu.be/z1hV8Xtah-A 


Berikut adalah perjalanan kasus kematian Mirna dari waktu ke waktu:

Rabu, 6 Januari 2016

Mirna, Jessica, dan Hani Juwita Boon bertemu di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Jessica datang lebih dahulu dan memesankan es kopi vietnam untuk Mirna dan dua cocktail. Mirna dan Hani datang bersama. Tak lama setelah kedatangan mereka, Mirna langsung meminum es kopinya.

Mirna sempat menyebut rasa kopinya seperti jamu. Tak disangka, tubuh Mirna kemudian kejang-kejang dan mulutnya keluar busa serta muntah. Orang-orang di kafe panik, termasuk Hani dan pegawai kafe Olivier. Mereka mulai membantu Mirna yang sedang kejang-kejang.

Akhirnya, Mirna dibawa ke sebuah klinik di Grand Indonesia. Namun, dokter di klinik tak bisa menangani dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Abdi Waluyo. Sesampainya di rumah sakit, nyawa Mirna tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Malam itu juga, ayah Mirna, Edi Dermawan Salihin, melaporkan kematian anaknya ke Polsek Metro Tanah Abang.

Sabtu, 9 Januari 2016

Polisi meminta persetujuan keluarga untuk mengotopsi tubuh Mirna. Tujuannya untuk mengetahui penyebab kematian Mirna yang dianggap tak wajar. Namun, persetujuan tak langsung diberikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Krishna Murti, mendatangi langsung Dermawan untuk meminta izin dan memberikan pengertian. Setelah menilai otopsi perlu dilakukan untuk kebaikan Mirna, keluarga akhirnya memberikan izin.

Namun, yang dilakukan hanyalah pengambilan sampel tubuh Mirna di Rumah Sakit Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, bukan otopsi keseluruhan.

Minggu, 10 Januari 2016

Jenazah Mirna dibawa ke TPU Gunung Gadung di Bogor untuk dikebumikan.

Hasil awal pemeriksaan sampel tubuh Mirna keluar. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Musyafak menduga Mirna tewas karena keracunan. Sebab, dalam tubuh Mirna ditemukan kandungan zat asam yang menyebabkan Mirna keracunan.

Selain itu, sifat zat tersebut korosif sehingga Mirna tewas dengan cepat usai meminum es kopi.

Senin, 11 Januari 2016

Pada pagi hari, polisi melakukan pra-rekonstruksi di kafe Olivier, Grand Indonesia. Pra-rekontsruksi dilakukan untuk menerka apa yang terjadi sejak  Jessica datang hingga Mirna dibawa ke klinik di Grand Indonesia. Pra-rekonstruksi tersebut dihadiri Hani dan Jessica.

Di sana, beberapa kali Jessica dan Hani memeragakan adegan yang terjadi ketika melihat kondisi Mirna kejang-kejang.

Sabtu, 16 Januari 2016

Kepala Puslabfor Brigadir Jenderal Alex Mandalikan mengungkapkan bahwa ada racun sianida dalam kopi Mirna. Racun mematikan tersebut juga ditemukan di lambung Mirna. Setelah diperiksa, ternyata ada sekitar 3,75 miligram sianida dalam tubuh Mirna.

Senin, 18 Januari 2016

Polisi meningkatkan penanganan kasus Mirna dari penyelidikan menjadi penyidikan. Peningkatan status tersebut lantaran diduga ada tindak pidana dalam kematian Mirna. Namun, polisi belum menetapkan tersangka.

Halaman Selanjutnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sisi Gelap 'Talent Sleep Call', Jadi Sasaran Pelecehan Seksual...

Sisi Gelap 'Talent Sleep Call', Jadi Sasaran Pelecehan Seksual...

Megapolitan
'Dog Lovers' Dorong Taman Semanggi Diberi Rambu Kawasan Hewan Peliharaan

'Dog Lovers' Dorong Taman Semanggi Diberi Rambu Kawasan Hewan Peliharaan

Megapolitan
Tersisih dari Car Free Day, Anabul Justru Jadi 'Artis' di Taman Semanggi

Tersisih dari Car Free Day, Anabul Justru Jadi "Artis" di Taman Semanggi

Megapolitan
Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Kabupaten Bekasi

Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
KRL Anjlok Lagi Jelang Stasiun Manggarai, Rute dari Bekasi Direkayasa

KRL Anjlok Lagi Jelang Stasiun Manggarai, Rute dari Bekasi Direkayasa

Megapolitan
LBH Jakarta Sayangkan Sikap Respresif Polisi dalam Aksi Tolak RUKHP di Bundaran HI

LBH Jakarta Sayangkan Sikap Respresif Polisi dalam Aksi Tolak RUKHP di Bundaran HI

Megapolitan
Tertabrak Truk, Tiang di Lebak Bulus Hampir Roboh

Tertabrak Truk, Tiang di Lebak Bulus Hampir Roboh

Megapolitan
Aksi Tolak RKUHP di CFD Bundaran HI Dibubarkan Polisi, Spanduk Hampir Dirampas

Aksi Tolak RKUHP di CFD Bundaran HI Dibubarkan Polisi, Spanduk Hampir Dirampas

Megapolitan
Sempat Dikabarkan Banyak Sampah, Begini Kondisi Area GBK Siang Ini

Sempat Dikabarkan Banyak Sampah, Begini Kondisi Area GBK Siang Ini

Megapolitan
Aksi Tolak RKUHP di 'Car Free Day' Bundaran HI Dibubarkan Polisi

Aksi Tolak RKUHP di "Car Free Day" Bundaran HI Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Tanpa Spanduk dan Pengeras Suara, 'Dog Lover' Kampanye Cinta Anabul di Taman Semanggi

Tanpa Spanduk dan Pengeras Suara, 'Dog Lover' Kampanye Cinta Anabul di Taman Semanggi

Megapolitan
OTT 20 Pembuang Sampah Sembarangan di Kebon Jeruk, Dinas LH DKI: Wilayah Rawan

OTT 20 Pembuang Sampah Sembarangan di Kebon Jeruk, Dinas LH DKI: Wilayah Rawan

Megapolitan
Ada Perubahan Perjalanan KRL Hari Ini akibat Kereta Anjlok di Stasiun Kampung Bandan, Simak Rekayasanya

Ada Perubahan Perjalanan KRL Hari Ini akibat Kereta Anjlok di Stasiun Kampung Bandan, Simak Rekayasanya

Megapolitan
Angin Kencang Robohkan 16 Kontrakan di Jelambar, 68 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Angin Kencang Robohkan 16 Kontrakan di Jelambar, 68 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Megapolitan
Jasad Anak dan Ibu Kasus Kematian Keluarga di Kalideres Ditemukan Terkunci dari Dalam Kamar

Jasad Anak dan Ibu Kasus Kematian Keluarga di Kalideres Ditemukan Terkunci dari Dalam Kamar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.