Kompas.com - 27/10/2016, 16:47 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Majelis hakim sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin menilai terdakwa kasus tersebut, Jessica Kumala Wongso, memenuhi unsur pembunuhan berencana seperti yang dimaksud dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hal itu dijelaskan oleh hakim anggota Binsar Gultom di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

"Unsur pertama, unsur barang siapa. Terdakwa terbukti memenuhi unsur barang siapa. Hal itu dibuktikan melalui penguasaan terdakwa Jessica terhadap es kopi vietnam yang dia pesan," kata Binsar.

(Baca: Hakim Sidang Jessica: Untuk Membuktikan Pidana Tidak Perlu Ada Saksi Mata)

Unsur pembunuhan berencana kedua, yaitu unsur dengan sengaja, juga dianggap telah terpenuhi. Binsar mengungkapkan, Jessica sengaja melakukan pembunuhan berencana terlihat dari sikapnya yang terekam CCTV di kafe Olivier.

"Hal ini dibuktikan saat Jessica ditawari Mirna mencicipi es kopi vietnam yang dibilang it's awful oleh Mirna, sedangkan Hanie dan pegawai kafe lainnya sempat mencicipi. Itu membuktikan Jessica mengetahui ada sesuatu di dalam kopi itu," tutur Binsar.

Unsur ketiga, yaitu perencanaan, dianggap terpenuhi juga. Faktor perencanaan dilihat dari alasan dan pengakuan Jessica serta saksi-saksi dalam kasus ini mengenai alasan Jessica dari Australia pergi ke Indonesia.

"Menimbang, Jessica atas dasar alasan mencari pekerjaan datang ke Indonesia, padahal sebenarnya Jessica sedang mengalami masa buruk selama di Australia, sehingga pergi ke Indonesia. Lalu terdakwa juga telah mengatur pertemuan dengan korban Mirna," ujar Binsar.

(Baca: Pengacara: Jessica Akan Banding jika Dinyatakan Bersalah)

Unsur terakhir, merampas nyawa orang lain, dianggap telah dilakukan oleh Jessica. Hal itu dinilai terbukti dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik didapati ada racun sianida.

Dalam kasus ini, Mirna meninggal seusai meminum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Jaksa menuntut Jessica dengan 20 tahun hukuman penjara. Jessica dinilai telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kompas TV Akhir Sidang Kasus Kopi Bersianida
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Roy Suryo Bahas Langkah Selanjutnya Usai Polisi Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan

Pengacara Roy Suryo Bahas Langkah Selanjutnya Usai Polisi Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan di Flyover Tebet, Mercy Gagal Salip BMW hingga Sundul Avanza

Kronologi Kecelakaan di Flyover Tebet, Mercy Gagal Salip BMW hingga Sundul Avanza

Megapolitan
Aksi Balap Liar di Senayan, Pelaku Saling Menabrak Saat Kabur dari Polisi

Aksi Balap Liar di Senayan, Pelaku Saling Menabrak Saat Kabur dari Polisi

Megapolitan
Berkunjung ke Jepang, Anies Bertemu Gubernur Tokyo Bahas Kerjasama Transportasi Publik

Berkunjung ke Jepang, Anies Bertemu Gubernur Tokyo Bahas Kerjasama Transportasi Publik

Megapolitan
Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia ke Polisi

Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia ke Polisi

Megapolitan
Pengacara Baru Bharada E Ronny Talapessy Jabat Ketua Bantuan Hukum PDI-P DKI, Pernah Dampingi Ahok

Pengacara Baru Bharada E Ronny Talapessy Jabat Ketua Bantuan Hukum PDI-P DKI, Pernah Dampingi Ahok

Megapolitan
18 PSK yang Terjaring Razia di 3 Hotel Wilayah Serpong Mengaku Layani 2 hingga 8 Pelanggan Sehari

18 PSK yang Terjaring Razia di 3 Hotel Wilayah Serpong Mengaku Layani 2 hingga 8 Pelanggan Sehari

Megapolitan
Scan Barcode Tiket Integrasi di Halte Transjakarta Sering Tak Terbaca, Ini Kata Jaklingko

Scan Barcode Tiket Integrasi di Halte Transjakarta Sering Tak Terbaca, Ini Kata Jaklingko

Megapolitan
Toko Material Bangunan di Jatinegara Kebakaran, 10 Mobil Pemadam Disiagakan

Toko Material Bangunan di Jatinegara Kebakaran, 10 Mobil Pemadam Disiagakan

Megapolitan
Terkendala Saat Beli Tiket Tarif Integrasi, Ini Cara Hubungi Call Center Jaklingko

Terkendala Saat Beli Tiket Tarif Integrasi, Ini Cara Hubungi Call Center Jaklingko

Megapolitan
Akui Ada Kendala Pembelian Tiket Tarif Integrasi, Jaklingko Akan Tingkatkan Kapasitas Server

Akui Ada Kendala Pembelian Tiket Tarif Integrasi, Jaklingko Akan Tingkatkan Kapasitas Server

Megapolitan
4 RT di Jati Padang Langganan Banjir akibat Luapan Kali Pulo saat Hujan Lebih dari 1 Jam

4 RT di Jati Padang Langganan Banjir akibat Luapan Kali Pulo saat Hujan Lebih dari 1 Jam

Megapolitan
Tarif Integrasi Berlaku, Masih Banyak Kendala Dirasakan Penumpang

Tarif Integrasi Berlaku, Masih Banyak Kendala Dirasakan Penumpang

Megapolitan
3 Hotel Wilayah Serpong Dirazia, 43 Orang Diamankan Terkait Tindak Asusila dan Prostitusi

3 Hotel Wilayah Serpong Dirazia, 43 Orang Diamankan Terkait Tindak Asusila dan Prostitusi

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: Bertambah 220 Kasus Baru, Pasien Covid-19 yang Dirawat di Tangerang 1.945 Orang

UPDATE 12 Agustus: Bertambah 220 Kasus Baru, Pasien Covid-19 yang Dirawat di Tangerang 1.945 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.