Jika Terpilih Menjadi Gubernur, Anies Izinkan Pemegang KJP Terima KIP

Kompas.com - 31/10/2016, 13:22 WIB
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkunjung ke Pasar Tanah Abang Blok A, F dan G di Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016). Kedatangan Anies Baswedan dalam rangka berdiskusi dengan para penjual seputar pasar tanah abang untuk permasalahan yang ada di Jakarta. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkunjung ke Pasar Tanah Abang Blok A, F dan G di Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016). Kedatangan Anies Baswedan dalam rangka berdiskusi dengan para penjual seputar pasar tanah abang untuk permasalahan yang ada di Jakarta.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, dirinya berharap program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa dinikmati oleh warga Jakarta.

Anies menilai, memberikan program KIP dan KJP kepada warga Ibu Kota bukanlah kebijakan yang berlebihan. Adapun KIP, kata Anies, bisa membantu warga jika membutuhkan dana untuk membeli sejumlah keperluan yang tidak ditanggung KJP.

"Kami akan memberikan pengecualian kepada KIP, Ini bukan dua hal yang sama. Kalau KJP kan non tunai, kalau KIP tunai dan bisa dipakai untuk hal yang tidak tercover KJP, sifatnya melengkapi bukan dobel," ujar Anies saat mengunjungi Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Senin (31/10/2016).

(Baca: Memahami KJP dan KIP)

Anies menambahkan, program KIP merupakan kebijakan Presiden yang wajib dilaksanakan pemimpin daerah. Menurutnya, KIP bukan merupakan program perusahaan di mana pemimpin daerah bisa menolak untuk menerima atau melaksanakannya.

"Itu Bedanya melaksanakan tata kelola pemerintah dan perusahaan swasta. Kalau aturan presiden adalah tanggung jawab semua untuk melaksanakan, bukan 'ah kami sudah cukup, kami lebih'," ujar Anies.

(Baca: Mengapa Pemegang KJP Tidak Boleh Terima KIP?)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menjelaskan, siswa sudah mendapakan fasilitas Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebelum adanya alokasi KIP. Ahok menyampaikan, besaran dana KJP sudah cukup memenuhi kebutuhan pendidikan siswa di Ibu Kota.

"Besaran KJP sudah sesuai, mencukupi kebutuhan Jakarta sesuai kajian World Bank. Kalau didobel KIP jadi berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan," kata Ahok, kepada Kompas.com, Minggu (30/10/2016).

Kompas TV Anies Baswedan Yakin Menang Satu Putaran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.