Pemprov DKI Sudah Mulai Beri Vaksin Kanker Serviks bagi Anak SD

Kompas.com - 22/11/2016, 07:28 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (pakai batik kuning) saat menghadiri puncak HUT ke-59 Kosgoro 1957, di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (pakai batik kuning) saat menghadiri puncak HUT ke-59 Kosgoro 1957, di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah memberikan vaksin kanker serviks kepada siswa usia SD, tahun ini. Menurut Ahok, program ini sudah berjalan.

"Sudah mulai dari 4 Oktober kemarin. Tahun depan, vaksin lagi dua kali dan kami biayain lagi," kata Ahok di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan mensubsidi pemberian vaksin kanker serviks itu. Vaksin kanker serviks diberikan kepada anak kelas lima SD.

Pemberian vaksin itu merupakan salah satu langkah pencegahan kanker serviks. Namun banyak warga tidak melakukan vaksin karena harganya terlampau tinggi, yakni Rp 750.000 sekali vaksin.

"Jadi hasil dari WHO (World Health Organization), banyak yang meninggal karena ini (kanker serviks). Kami sudah anggarkan subsidi dengan APBD kok, semua gratis, saya enggak tahu ya berapa puluh ribu anak yang dapat," kata Ahok.

Distribusi vaksin resmi harus melewati beberapa tahap. Dari pabrik Biofarma, vaksin dibawa dengan kendaraan menuju tempat penyimpanan milik Kemenkes. Dari Kemenkes, vaksin didistribusikan ke tempat penyimpanan milik dinas kesehatan provinsi.

Selanjutnya, vaksin dibawa ke tempat penyimpanan dinas kesehatan kabupaten atau kota. Kemudian, vaksin dibawa ke puskesmas yang ada di setiap daerah. Lalu, vaksin disebar ke sekolah-sekolah untuk diberikan ke siswa.

Kemenkes menunjuk DKI Jakarta menjadi percontohan untuk melaksanakan imunisasi HPV. Pemberian imunisasi HPV akan dilakukan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Setiap anak, akan mendapatkan dua dosis. Satu dosis diberikan saat kelas lima dan satu dosis berikutnya akan diberikan saat siswa kelas enam.

Imunisasi pertama telah dilakukan mulai 4 Oktober 2016. Imunisasi kedua akan diberikan pada Agustus 2017.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X