Saat Bambang Widjojanto Jadi Jubir Anies-Sandi Bicara Korupsi dan Kemiskinan

Kompas.com - 08/12/2016, 17:46 WIB
Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto. Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Bambang Widjojanto, juru bicara pasangan calon nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno berbicara mengenai masalah korupsi. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di kampanye Anies di rumah mantan Panglima TNI Djoko Santoso di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Bambang menyatakan, perilaku korupsi sekarang telah berkembang. Seseorang yang menebar janji namun mengkhianati janjinya, lanjut Bambang, merupakan perilaku koruptif.

"Korupsi sekarang berkembang, seorang yang telah berjanji tapi mengkhianati janjinya, itu tindakan koruptif," kata Bambang, di lokasi acara, Kamis (8/12/2016).

Bambang melanjutkan, dalam jabatan publik atau pejabat, telah diberi kewenangan untuk mensejahterakan rakyat. Jika tidak, maka pejabat itu dinilainya sudah berperilaku koruptif. Perbuatan koruptif menurutnya menyengsarakan rakyat.

Kehidupan rakyat menjadi susah dan menimbulkan masalah kemiskinan. Rakyat Jakarta, lanjut dia, banyak yang masih hidup dalam kemiskinan. Ia menyebut, gubernur sudah silih berganti, tapi masalah kemiskinan belum teratasi.

"Taukan masih ada 400 ribu orang miskin di Jakarta. Masih ada kesenjangan sosial yang selama dua tahun meningkat dari 0,41 menjadi 0,44," ujar Bambang. (Baca: Anies Bertemu Tokoh dan Warga Jakarta Timur di Rumah Mantan Panglima TNI)

Kesenjangan sosial yang meningkat sekarang, lanjut dia, karena pejabat hanya mengurusi masalah fisik dan infrastruktur. "Sebagian besar bukan untuk kemaslahatan," ujar Bambang.

Bambang menilai, dari 17 gubernur yang pernah menjabat di DKI, tidak ada satupun yang berhasil mengatasi kemiskinan. Ia lantas menarik masalah itu ke visi misi Anies-Sandi, yang ingin mengentaskan masalah kemiskinan dengan menyediakan lapangan kerja sebanyak 200 ribu.

Mantan Wakil Ketua KPK itu juga menilai Anies sebagai mantan menteri yang bersih korupsi.

"Anies menteri luar biasa, tidak ada satu rupiah pun di korupsi. Buktinya penyerapan anggarannya termasuk departemen yang paling besar penyerapannya," ujar Bambang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Polisi Tangkap Satu Preman yang Minta THR ke Pedagang di Pasar Ciputat

Megapolitan
Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Ada Pembatasan Operasional, Volume Pengguna KRL Jabodetabek Turun

Megapolitan
Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Minta Anies Evaluasi Fungsi TGUPP, Ketua Komisi A: SKPD Terganggu

Megapolitan
Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Libur Idul Fitri 12-15 Mei, KRL Jabodetabek Beroperasi Pukul 04.00-20.00 WIB

Megapolitan
Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Megapolitan
Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Megapolitan
Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X