Kompas.com - 15/12/2016, 23:10 WIB
Dua pasang kadidat gubernur DKI Jakarta yaitu pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama-Saeful Djarot Hidayat dan pasangan nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam acara debat Kompas TV di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (15/12/2016). Pasangan nomor 1 Agus Yudhoyono-Sylvia Murni tidak datang. KOMPAS.COM/WISNU NUGROHODua pasang kadidat gubernur DKI Jakarta yaitu pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama-Saeful Djarot Hidayat dan pasangan nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam acara debat Kompas TV di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (15/12/2016). Pasangan nomor 1 Agus Yudhoyono-Sylvia Murni tidak datang.
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengatakan apa yang terjadi dalam birokrasi di Pemprov DKI Jakarta adalah sebuah sistem. Hal itu untuk membantah kritikan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, yang menyebut Ahok bersikap one man show di Pemprov DKI Jakarta.

"Orang pikir itu saya, (padahal) saya enggak sanggup urus Jakarta sendiri. Berdua pun enggak sanggup. Ini adalah sistem," kata Ahok dalam program Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta Kompas TV di Djakarta Theater, Kamis (15/12/2016).

Sebelumnya Anies mengatakan warga Jakarta tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dalam masalah tertentu. Ketika ada banjir, warga tidak tahu harus mengadu kepada siapa selain kepada Ahok. Padahal, Pemprov DKI memiliki perangkat kerja yang sudah punya tugas masing-masing.

Ahok menyinggung soal Jakarta Smart City dengan aplikasi Qlue yang melibatkan partisipasi masyarakat. Ahok mengatakan, warga bisa melapor masalah dengan aplikasi Qlue dan akan segera ditangani petugas terkait. Dia membantah warga tidak tahu harus melapor kemana jika menghadapi persoalan di Jakarta.

Dia mengatakan sudah ada sistem untuk memudahkan warga yang ingin mengadu kepada pemerintah. Ahok juga membantah jika disebut tidak melakukan transparansi birokrasi.

Ahok justru bingung jika Anies mengkritiknya seperti itu.

"Mau kurang transparan apa lagi? Beli botol minum saja orang bisa tahu kok," kata Ahok.

Kompas TV Pendidikan & Lapangan Kerja Jadi Sorotan Anies-Sandi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi: Pelaku Bilang 'Saya Tahu Risikonya'

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna, Polisi: Pelaku Bilang "Saya Tahu Risikonya"

Megapolitan
Akibat Hujan Deras, Pohon Tumbang di Duren Sawit hingga Timpa Kabel Internet

Akibat Hujan Deras, Pohon Tumbang di Duren Sawit hingga Timpa Kabel Internet

Megapolitan
Pembunuhan di Jatisampurna Direncanakan, Pelaku Siapkan Baju Ganti untuk Hilangkan Jejak Darah Korban

Pembunuhan di Jatisampurna Direncanakan, Pelaku Siapkan Baju Ganti untuk Hilangkan Jejak Darah Korban

Megapolitan
Ditemukan Dua Kasus Suspek PMK Hewan Ternak di Tangsel, Menteri Pertanian: Sedang Masa Pemulihan

Ditemukan Dua Kasus Suspek PMK Hewan Ternak di Tangsel, Menteri Pertanian: Sedang Masa Pemulihan

Megapolitan
Video Viral Polisi Acungkan Pistol ke Warga di Pesanggrahan, Kapolres: Dia Menunjukkan Senpi, Bukan Menodongkan

Video Viral Polisi Acungkan Pistol ke Warga di Pesanggrahan, Kapolres: Dia Menunjukkan Senpi, Bukan Menodongkan

Megapolitan
Petugas Gagalkan Penyeludupan Ganja ke Rutan Salemba, Paket Dikirim Melalui Ojek Online

Petugas Gagalkan Penyeludupan Ganja ke Rutan Salemba, Paket Dikirim Melalui Ojek Online

Megapolitan
Penumpang di Stasiun Tangerang Masih Diwajibkan Pakai Masker

Penumpang di Stasiun Tangerang Masih Diwajibkan Pakai Masker

Megapolitan
Uya Kuya Laporkan Selebgram Medina Zein Terkait Dugaan Penipuan Penjualan Mobil

Uya Kuya Laporkan Selebgram Medina Zein Terkait Dugaan Penipuan Penjualan Mobil

Megapolitan
Pembeli Tiket Formula E Jakarta Mayoritas WNA, Ada dari Asia, Eropa, hingga Amerika

Pembeli Tiket Formula E Jakarta Mayoritas WNA, Ada dari Asia, Eropa, hingga Amerika

Megapolitan
Komplotan Pencuri Motor di Jakarta Barat Beraksi Siang Hari, Targetnya Anak-anak

Komplotan Pencuri Motor di Jakarta Barat Beraksi Siang Hari, Targetnya Anak-anak

Megapolitan
Pengungsi Korban Kebakaran Pasar Gembrong Akan Direlokasi ke Rusun Cipinang Besar Utara Pekan Depan

Pengungsi Korban Kebakaran Pasar Gembrong Akan Direlokasi ke Rusun Cipinang Besar Utara Pekan Depan

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Ormas Lakukan Intimidasi di Kranji: Semua Warga Resah

Polisi Selidiki Dugaan Ormas Lakukan Intimidasi di Kranji: Semua Warga Resah

Megapolitan
Panitia Pelaksana Formula E Sebut Tiket VIP Habis Terjual

Panitia Pelaksana Formula E Sebut Tiket VIP Habis Terjual

Megapolitan
Parkir Sembarangan, Sepuluh Mobil di Pademangan Timur Dicabut Pentil

Parkir Sembarangan, Sepuluh Mobil di Pademangan Timur Dicabut Pentil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.