Kompas.com - 06/01/2017, 15:22 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian masih menunggu laporan dari masyarakat soal dugaan penghasutan pecahan uang yang disebut bergambar palu arit oleh petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Nanti kita tunggu saja siapa yang melapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/1/2017).

Argo mengatakan, pihaknya akan tetap menyelidiki kasus ini meskipun tidak ada masyarakat atau instansi yang melapor. Hal ini dimungkinkan dengan laporan polisi model A, yaitu laporan yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri.

"Apakah model A, apa ada yang melapor, kita tunggu saja," ujar Argo.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari Bank Indonesia (BI) terkait kebenaran palu arit dalam logo tersebut.

BI membantah bahwa logo dalam pecahan uang itu merupakan simbol komunisme. Pihaknya kini menunggu BI untuk melaporkan secara resmi ke polisi.

Polisi berencana akan memanggil saksi ahli dari BI untuk memproses dugaan penghasutan ini.

"Itu kan memberikan penghasutan kepada masyarakat, ada PKI di Indonesia, tidak boleh seperti itu, tidak bisa bicara itu," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/2017).

Kompas TV Pelapor Rizieq Diperiksa untuk Lengkapi Berkas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Investasi Bodong KSP Indosurya, Korban Mengaku Dijanjikan Keuntungan 12 Persen

Sidang Kasus Investasi Bodong KSP Indosurya, Korban Mengaku Dijanjikan Keuntungan 12 Persen

Megapolitan
Unjuk Rasa Usai, Massa Mahasiswa Tinggalkan Kawasan Depan Gedung DPR

Unjuk Rasa Usai, Massa Mahasiswa Tinggalkan Kawasan Depan Gedung DPR

Megapolitan
Aksi Pasukan Basmalah Polda Metro Kawal Demo, Lantunkan Doa hingga Asmaul Husna

Aksi Pasukan Basmalah Polda Metro Kawal Demo, Lantunkan Doa hingga Asmaul Husna

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Pak Jokowi Cerita, Kok Banjir Jakarta Enggak Selesai-selesai...

Ketua DPRD DKI: Pak Jokowi Cerita, Kok Banjir Jakarta Enggak Selesai-selesai...

Megapolitan
Atasi Banjir di Tangsel, Pemkot Akan Bangun Turap hingga Drainase di 15 Titik

Atasi Banjir di Tangsel, Pemkot Akan Bangun Turap hingga Drainase di 15 Titik

Megapolitan
Anies Akan Purnatugas, Bagaimana Nasib Formula E Musim Depan?

Anies Akan Purnatugas, Bagaimana Nasib Formula E Musim Depan?

Megapolitan
Massa Petani Bubar Setelah 200 Orang Perwakilan Diizinkan Masuk Gedung DPR untuk Sampaikan Tuntutan

Massa Petani Bubar Setelah 200 Orang Perwakilan Diizinkan Masuk Gedung DPR untuk Sampaikan Tuntutan

Megapolitan
Empat Orang Saksi Diperiksa Polisi Terkait Penemuan Granat Asap dan Amunisi di Kontrakan di Bekasi

Empat Orang Saksi Diperiksa Polisi Terkait Penemuan Granat Asap dan Amunisi di Kontrakan di Bekasi

Megapolitan
Soal Calon Penjabat Gubernur DKI, Ketua DPRD: 3 Nama itu Baik Semua

Soal Calon Penjabat Gubernur DKI, Ketua DPRD: 3 Nama itu Baik Semua

Megapolitan
Warga Bekasi Gugat TikTok Rp 3 Miliar, Berawal Akun Diblokir karena Unggahan Kritik Pemerintah

Warga Bekasi Gugat TikTok Rp 3 Miliar, Berawal Akun Diblokir karena Unggahan Kritik Pemerintah

Megapolitan
Hati-hati, Ada 'QR Code' Situs Judi Online pada Mainan Anak

Hati-hati, Ada "QR Code" Situs Judi Online pada Mainan Anak

Megapolitan
Antre Pertalite Bisa 30 Menit, Warga Beralih ke SPBU Swasta hingga Bensin Eceran

Antre Pertalite Bisa 30 Menit, Warga Beralih ke SPBU Swasta hingga Bensin Eceran

Megapolitan
Tim Gegana Evakuasi Koper Mencurigakan di Dekat Gerbang Polda Metro Jaya

Tim Gegana Evakuasi Koper Mencurigakan di Dekat Gerbang Polda Metro Jaya

Megapolitan
Jadi Bandar Togel Online di Jakarta Utara, Kakek 71 Tahun Ditangkap Polisi

Jadi Bandar Togel Online di Jakarta Utara, Kakek 71 Tahun Ditangkap Polisi

Megapolitan
200 Orang Perwakilan Massa Petani Temui Anggota DPR untuk Sampaikan Tuntutan

200 Orang Perwakilan Massa Petani Temui Anggota DPR untuk Sampaikan Tuntutan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.