Gedung Eks PN Jakarta Pusat, dari Landraad hingga Pengadilan Istimewa

Kompas.com - 16/01/2017, 16:55 WIB
Deretan ruang sidang utama yang berada di lantai dua gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (12/1). KOMPAS/RADITYA HELABUMIDeretan ruang sidang utama yang berada di lantai dua gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).
EditorEgidius Patnistik

Oleh: Dian Dewi Purnamasari

Orang-orang berpakaian rapi menenteng tas berisi map dan berkas memenuhi lantai tiga gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/1). Mereka bersiap mengikuti sidang di ruangan Oemar Seno Adjie, Suryadi, Soebekti, juga ruang sidang anak di lantai itu. Semilir angin berembus di selasar, menerpa siapa saja di bangku panjang.

Setiap hari, puluhan kasus disidangkan di pengadilan yang terletak di Jalan Gajah Mada Nomor 17, Gambir, Jakarta Pusat, itu. Beberapa kasus yang disidangkan adalah kasus pidana, perdata, perceraian, ataupun kasus anak.

Ada delapan ruangan di lantai dua dan tiga yang digunakan sebagai ruang sidang. Pengadilan yang berada dekat dengan kawasan Glodok dan Kota Tua itu diperkirakan sudah ada sejak tahun 1950. Dahulu, gedung itu masih bernama Landraad atau pengadilan dalam bahasa Belanda.

Ketua Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta Bambang Eryudhawan menduga, gedung PN Jakarta Pusat mulai digunakan setelah Indonesia merdeka. Berdasarkan koran dan pemberitaan pada masa itu, pengadilan mulai digunakan setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) bubar. Setelah jatuhnya RIS, nama-nama jalan berbahasa Belanda diubah menjadi nama nasional. Di buku telepon tahun 1954, ia menemukan gedung itu masih berada di Jalan Molenvliet Nomor 15.

"Dulu, semua kasus disidangkan di situ karena hanya ada satu pengadilan. Setelah tahun 1950, kota mulai berkembang ke arah selatan," ujar Bambang.

Menurut Bambang, arsitek ternama Han Awal pernah mengatakan bahwa gedung tersebut dibangun oleh Soehamir. Dilihat dari arsitekturnya, gedung itu merupakan pionir gaya modern kontemporer pada masanya. Kemegahan itu juga untuk menandai kedatangan ibu kota pemerintahan RI yang sempat pindah ke Yogyakarta.

Catatan koran pada masa itu, Java Bode, menulis beberapa kasus yang disidangkan adalah sengketa tanah, pencatutan karcis bioskop, dan perceraian. Pada 1950, kasus pencatutan karcis bioskop marak. Beberapa bioskop pun sudah ada di Jakarta, seperti Kramat, Roxy, Caltex, dan Capital.

Catatan tentang kasus-kasus besar, seperti pengeboman di Cikini, tidak ditemukan. Menurut Bambang, ada kemungkinan kasus tersebut disidangkan di PN Jakarta Pusat karena terjadi pada 1950-1960. Saat itu, satu-satunya pengadilan di Jakarta adalah PN Jakarta Pusat.

Perempuan jaksa pertama

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Peserta Konvoi di Tol Andara Ungkap Kronologi Dihentikan Polisi, Mulanya Ada Mobil Ugal-ugalan Masuk Rombongan

Megapolitan
Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pasar Jaya Sediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Saksi Sebut Dua Polisi Hanya Diam Saat Kakek HM Dikeroyok di Cakung hingga Tewas

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

UPDATE 23 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Mencapai 98 Persen

Megapolitan
Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Pengendara Mobil Tewas Dikeroyok, Polisi: Senggol Motor di Pulogadung, Diteriaki Maling, lalu Dikejar hingga Cakung

Megapolitan
Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Pintu Pelintasan di Gunung Sahari Selatan Akan Ditutup, Pemkot Jakpus Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Kesaksian Warga Lihat Kakek 89 Tahun Dituduh Maling, lalu Dikeroyok hingga Tewas

Megapolitan
Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Bantah Konvoi Rombongan Mobil Berhenti di Tol untuk Dokumentasi, Akbar Rais: Jalan Kami Ditutupi Polisi

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Alasan Polisi Tak Tilang Konvoi Mobil yang Berhenti di Tol Andara: Mereka Kooperatif

Megapolitan
Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Transjakarta Rute S21 Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Megapolitan
Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Tegaskan Lapangan JIS Tak Boleh Berbayar, Anies: Siapa Saja Bisa Pakai Gratis

Megapolitan
6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

6 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta, Tertinggi sejak Ditemukan Omicron

Megapolitan
UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

UPDATE 23 Jaanuari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 140, Pasien Dirawat Bertambah 138

Megapolitan
Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Kasus Terorisme dengan Terdakwa Munarman Dilanjutkan Hari Ini

Megapolitan
Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Lansia yang Tewas Dikeroyok Massa di Cakung Dituduh Pencuri akibat Senggol Pengendara Motor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.