Kompas.com - 30/01/2017, 19:59 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono saat berkampanye di Kelurahan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017). Alsadad RudiCalon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono saat berkampanye di Kelurahan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, menganggap saat ini ada upaya kriminalisasi terhadap cawagub pasangannya, Sylviana Murni.

Agus mengemukakan hal itu saat menanggapi pemanggilan dan pemeriksaan Sylvi oleh Bareskrim Polri, Senin (30/1/2017) pagi, terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kompleks kantor Wali Kota Jakata Pusat.

"Mencari sesuatu yang tidak ada begitu ya, mempolitisasi, mengkriminalisasi segala sesuatunya. Saya pikir itu bukanlah sesuatu yang baik untuk masyarakat Indonesia, terutama dalam berdemokrasi di negeri ini," kata Agus saat ditemui di Kelurahan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017).

Sylvi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Pusat pada tahun 2010. Saat pembagunan Masjid Al Fauz, Sylvi tengah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat.

Sylvi juga sudah pernah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana hibah dari Pemprov DKI untuk Kwarda Pramuka  DKI Jakarta pada 2014 dan 2015.

Agus meyakini pemanggilan Sylvi tidak akan mempengaruhi dukungan masyarat terhadapnya. Ia juga menyatakan dirinya dan Sylvi tidak merasa terganggu.

"Biarkan mereka mencoba mengganggu. Tapi kami akan tetap semangat berjuang. Karena yang kami perjuangkan adalah rakyat Jakarta yang benar-benar menginginkan perubahan untuk kota ini," kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Daftar 21 Rumah Sakit Rujukan di Depok

Megapolitan
Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Ruko di Cengkareng Kebakaran, 70 Personel Berupaya Padamkan Api

Megapolitan
Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Polisi Minta Pedagang Tak Takut Melaporkan Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang

Megapolitan
Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Pedagang di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Kerap Ditarik Pungli oleh Preman

Megapolitan
Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Pungli di Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang, PKL Diminta Rp 5.000 Tiap Malam Minggu

Megapolitan
Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Dinkes DKI Imbau Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Perlu ke Rumah Sakit

Megapolitan
Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Anies Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Atasi Kemacetan Jakarta

Megapolitan
International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

International Youth Championship di JIS Akan Digelar Tanpa Penonton

Megapolitan
Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Jakpro Pastikan International Youth Championship Digelar 5 Februari 2022

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Pasien Covid-19 di RS Polri Melonjak 45 Persen dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Anak Ahok, Ayu Thalia Tidak Ditahan Usai 5 Jam Pemeriksaan

Megapolitan
Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Muatan Tanah dari Truk Tumpah di Simpang Cengkareng, Petugas Bersihkan hingga 2,5 Jam

Megapolitan
Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Pemuda di Jatiwaringin Tewas Disekap dengan Tali dan Lakban yang Dibeli Sendiri

Megapolitan
7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

7 Siswa SD Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Sebut Ikut-ikutan Anak SMP

Megapolitan
Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Penyebab Kematian Pemuda di Jatiwaringin Bekasi Terungkap, Aliran Napas Tertutup Saat Disekap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.