Kompas.com - 09/02/2017, 18:45 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa pendukungnya dengan latar belakang grup band Slank Bimbim menyapa  saat konser Gue 2 di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Konser Gue 2 yang iikuti sejumlah seniman dan budayawan itu sekaligus menjadi kampanye akbar Basuki-Djarot. TRIBUNNEWS / HERUDINCalon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa pendukungnya dengan latar belakang grup band Slank Bimbim menyapa saat konser Gue 2 di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Konser Gue 2 yang iikuti sejumlah seniman dan budayawan itu sekaligus menjadi kampanye akbar Basuki-Djarot.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan selalu memberitahukan kegiatan kampanyenya kepada kepolisian serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu DKI Jakarta.

Sebelumnya, kampanye pria yang akrab disapa Ahok itu kerap disebut tak memiliki izin penyelenggara pemilu.

"Pemberitahuan ada, enggak berizin gimana? Kami kan bebas mau ke mana saja, hanya pemberitahuan saja," kata Ahok, di sela-sela kampanyenya di Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (9/2/2017).

(Baca: Kampanye Ahok di Kalideres Disebut Tak Berizin)

Ahok mengatakan, di dalam pemberitahuan itu, tim pemenangannya sudah menyampaikan lokasi kampanye yang akan dituju. Hanya saja, dalam perjalanannya di lapangan, dirinya bisa mengunjungi beberapa lokasi yang lebih spesifik.

"Sekarang kalau kamu mau cek kerjaan, tapi (warga) yang ngajak foto lebih banyak. Itu aja jadi susah jalan kami," kata Ahok.

Adapun masa kampanye pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta berlangsung pada 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Beberapa kegiatan Ahok mengunjungi warga disebut pengawas lapangan tak berizin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahok berdalih kegiatannya mengunjungi warga selama ini bukan kampanye, melainkan blusukan untuk mengetahui permasalahan warga. Meskipun dia menggunakan kemeja kotak-kotak, membagi-bagikan kartu nama dan buku, serta berpose dengan mengacungkan dua jari.

"Ini masa kampanye, bebas kok. Di seluruh Jakarta, saya mau ke mana aja bebas selama masa kampanye," kata Ahok.

(Baca: Ahok Tetap Kampanye Tak Berizin di Cakung meski Panwascam Minta Berhenti)

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.