Kapolda Metro Sebut Doa Bersama 112 di Istiqlal sampai Pukul 10.00

Kompas.com - 11/02/2017, 10:08 WIB
Panglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan (dari kiri ke kanan) dalam konferensi pers terkait aksi 112 di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/2/2017). Nibras Nada NailufarPanglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan (dari kiri ke kanan) dalam konferensi pers terkait aksi 112 di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/2/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan menyebut aksi doa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, akan berlangsung sampai pukul 10.00.

"Waktunya sampai jam sepuluh karena Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan demikian. Karena ada kegiatan lain yang biasa dilakukan (di) Masjid Istiqlal," kata Iriawan, usai apel pasukan untuk pengamanan pemungutan suara Pilkada DKI 2017 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/2/2017).

Hal itu disampaikan Iriawan menanggapi pertanyaan awak media soal batas waktu aksi doa bersama tersebut.

"(Jam) sepuluh pagi ini selesai," ujar dia menegaskan lagi.

Namun, dia tidak menyebut apa ada tindakan tertentu bila aksi itu melebihi pukul 10.00. Menurut dia, kegiatan doa ini diperbolehkan.

Iriawan menambahkan, massa doa bersama ini diperkirakan 70.000 orang.

"Sekarang sedang ada tausiah agar pilkada Jakarta aman, NKRI tetap tegak berdiri," ujar Iriawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga pukul 10.07 WIB, massa masih terus berdatangan ke Masjid Istiqlal. Bahkan massa sudah memenuhi area luar masjid.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Megapolitan
Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Megapolitan
Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.