Kompas.com - 22/02/2017, 16:50 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adjie. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adjie.
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adjie tidak membenarkan tindakan petugas yang menyelam ke dalam got tanpa alat pengaman.

Menurut dia, tindakan tersebut bisa membahayakan petugas sendiri.

"Nah, yang viral ini seharusnya dia tidak boleh seperti itu. Itu kan membahayakan keselamatan dan kesehatan dia kan," ujar Isnawa ketika dihubungi, Rabu (22/2/2017).

"Kita kan enggak tahu ya apa ada kabel atau benda tajam, ada binatang, kita kan enggak tahu," kata dia.

(Baca juga: Ahok Pertanyakan "Pasukannya" yang Menyelam Tanpa Alat Pengaman)

Isnawa sebenarnya belum bisa memastikan siapa petugas yang aksi menyelamnya menjadi viral di media sosial.

Berdasarkan jas hujan yang mereka kenakan, kata Isnawa, kemungkinan mereka adalah PPSU kelurahan atau PHL Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Terlepas dari itu, PPSU dan PHL memiliki standar kerja yang sama. Mereka tetap harus memperhatikan keselamatan kerja ketika bertugas.

"Kami apresiasi mereka sangat responsif ya, tetapi secara tindakan, itu sangat tidak memedulikan keselamatan kerja dan kami tidak merekomendasikan itu," ujar Isnawa.

Ia mengatakan, masih ada cara lain untuk membersihkan sampah di saluran, misalnya dengan cara menggunakan alat pengeruk sampah dari atas. Bisa juga menunggu air surut terlebih dahulu.

(Baca juga: Beredar di Medsos, Video PHL Menyelam di Got Berair Hitam Saat Banjir)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Megapolitan
Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Megapolitan
Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Megapolitan
Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Megapolitan
Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Megapolitan
Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Megapolitan
Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Megapolitan
Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X