Kompas.com - 20/03/2017, 10:54 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat meminta restu kepsda ibunya, Mien Uno sebelum mengikuti acara debat pada Jumat (13/1/2017). Akhdi Martin PratamaCalon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat meminta restu kepsda ibunya, Mien Uno sebelum mengikuti acara debat pada Jumat (13/1/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Mien Uno, mengaku sempat khawatir saat anaknya, Sandiaga Uno memilih terjun ke dunia politik. Kekhawatiran lantaran ada perbedaan antara dunia politik dan pendidikan yang didapat Sandiaga sejak kecil.

"Mas Sandi dididik dengan satu pola pendidikan ketat, kedisiplinan, harus rendah hati, leadership tinggi dan harus ada kejujuran tinggi dari kecil," kata Mien dalam acara "Sapa Pagi" Kompas TV, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Sementara itu, menurut Mien, dalam dunia politik kerap ada inkonsistensi. Dia mencontohkan bila hari ini politisi berbicara 'A', besok bisa berubah menjadi 'B' dan seterusnya.

"Itu buat saya gamang. (Saya tanya ke Sandi) kamu sudah urus puluhan ribu karyawan, apa lagi sih yang mau dilakukan?" ujar Mien.

Mendapat pertanyaan itu, Mien bercerita, Sandiaga langsung mengajak dia ke daerah yang belum tersentuh dengan baik. Di daerah itu, Mien merasa dihadapkan dengan kenyataan bahwa banyak sekali masyarakat yang belum sejahtera.

"Mas Sandi ingin mereka (masyarakat kelas bawah) naik kelas," ujar Mien. (Baca: Ini Alasan Mien Uno Ikut Kampanyekan Anies-Sandi)

Saat ini Sandiaga merupakan calon wakil gubernur DKI Jakarta dan berpasangan dengan Anies Baswedan. Mereka lolos pada putaran pertama dan kini tengah bertarung pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Sapa Kandidat Sandiaga Uno (Bag 2)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

20 Kios Pasar Kayu Jati Rawamangun Terbakar

Megapolitan
Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.