Kompas.com - 01/05/2017, 14:27 WIB
Aksi buruh saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2014 di Jakarta. KOMPAS/IWAN SETYAWANAksi buruh saat peringatan Hari Buruh 1 Mei 2014 di Jakarta.
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Buruh dari berbagai macam kelompok berhenti dan berorasi saat melintas di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (1/5/2017).

Pada Hari Buruh Internasional itu, buruh dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mengkritik pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di depan Balai Kota.

"Kita tahu bagaimana sejak Ahok memimpin DKI, begitu masif terjadi penggusuran di ibu kota ini. Rakyat kecil miskin jadi korban utama penggusuran," ujar Sekjen GSBI Emilia Yanti Siahaan dari atas mobil komandonya.

Baca juga: Apakah Buruh Ditunggangi Kepentingan Politik?

Emilia mengatakan alasan Pemprov DKI yanh menggusur demi menata kota hanya kedok semata. Dia mengatakan permukiman kumuh bukanlah penyebab utama terjadinya kebanjiran dan kemacetan.

"Tapi kita tahu kemacetan disebabkan banyaknya produksi transportasi," ujar dia.

Emilia menyampaikan semua itu dari atas mobil komandonya. Di depan dia, terdapat massa buruh yang berbaris sambil membentangkan spanduk. Sinar matahari yang berada di atas kepala mereka tidak membuat mereka mundur dari barisan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Buruh Bakar Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot

Setelah itu, beberapa buruh berorasi secara bergantian untuk mengkritik pemerintahan Ahok. Di kanan dan kiri mereka, terdapat karangan bunga berisi pujian untuk Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Setelah sekitar 30 menit berada di depan Balai Kota DKI, mereka pun berpindah ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Kompas TV Buruh dan Pekerja Dominasi Dunia Kerja di Indonesia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Sopir: Kalau Kami Salah, Silakan Ditindak, tapi Perlu Bukti

Megapolitan
Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Polisi Sebut Pembeli 3 Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Bukan Komplotan Mafia

Megapolitan
Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah di Jakbar Surati Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Rekomendasi Komisi B DPRD DKI, Harus Ada Reorganisasi Manajemen Transjakarta

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Pemkot Bekasi Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19 Lansia dan Penderita Komorbid pada 11-12 Desember

Megapolitan
359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

359 ASN di Pemkot Tangerang Ikut Tes Urine, Ini Hasilnya

Megapolitan
Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tak Kunjung Turun di Pasar Anyar

Megapolitan
Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Antisipasi Keributan, 1.913 Atribut Ormas di Jaksel Dicopot

Megapolitan
Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Pembuat Hoaks Babi Ngepet di Depok Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim: Perbuatannya Meresahkan

Megapolitan
Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Akan Tetapkan Status Ipda OS pada Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Nonton Tari Perut Saat Ketemu Operator, Dirut Langsung Interupsi

Megapolitan
“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

“Bongkar Pasang” Dirut Transjakarta Beberapa Tahun Terakhir, Ada yang Terjerat Kasus Pemerasan

Megapolitan
Anggota DPRD Sentil Dirut Transjakarta: Tukang Ikan Bicara Transportasi

Anggota DPRD Sentil Dirut Transjakarta: Tukang Ikan Bicara Transportasi

Megapolitan
Anak Perempuan Ribut dengan Ibunya, Barang-barang Dilempar dari Apartemen Thamrin Residence

Anak Perempuan Ribut dengan Ibunya, Barang-barang Dilempar dari Apartemen Thamrin Residence

Megapolitan
Kondisi Lulung Mulai Membaik, Alat Bantu Medis Akan Dilepas

Kondisi Lulung Mulai Membaik, Alat Bantu Medis Akan Dilepas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.