Di Bawah Cahaya Purnama, Massa Pendukung Ahok Terus Lantunkan Dukungan

Kompas.com - 10/05/2017, 20:28 WIB
Para pendukung Ahok kembali menggelar aksi di pelataran Mako Brimob, Rabu (10/5/2017) malam. Kompas.com/Sherly PuspitaPara pendukung Ahok kembali menggelar aksi di pelataran Mako Brimob, Rabu (10/5/2017) malam.
|
EditorAmir Sodikin

JAKARTA, KOMPAS.com - Malam ini bertepatan dengan bulan purnama di atas Mako Brimob. Seperti tak kenal lelah, puluhan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih bertahan di pelataran Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/5/2017) malam.

Di bawah terangnya cahaya bulan purnama, para pendukung menyalakan lilin, berbaris melingkar sambil terus melantunkan dukungannya untuk sang gubernur non-aktif tersebut.

Orator meneriakkan tuntutan untuk kebebasan Ahok dengan suara serak, pertanda tak bisa lagi menyembunyikan rasa lelah setelah dua hari menggelar aksi untuk menuntut pembebasan Ahok.

"Saya tidak sedang membela agama Ahok, saya tengah membela kebenaran Ahok," teriaknya diikuti sorak-sorai pendukung lainnya.


Lagu-lagu nasionalisme pun terus didengungkan di tengah suasana gelapnya Mako Brimob yang malam ini tak diterangi dengan cahaya lampu.

Baca juga: Malam Solidaritas Matinya Keadilan Digelar di Tugu Proklamasi

Aksi serupa digelar dilokasi lain oleh sebagian pendukung lainnya. Di Tugu Proklamasi, Menteng para relawan juga tengah menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin.

Mereka menggelar acara bertajuk Malam Solidaritas Matinya Keadilan, untuk menuntut keadilan mengenai kasus penodaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Basuki buat kami adalah korban kezaliman atas kasus penodaan agama yang divonis dua tahun dan lansung dipenjara," ujar salah satu penggagas acara Malam Solidaritas Matinya Keadilan, Nong Darol Mahmada, di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, Rabu.

Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama. Majelis hakim di PN  Jakarta Utara memerintahkan agar Ahok ditahan karena telah terbukti melakukan tindak pidana penodaan agama. 

Ingin mendapatkan video berita terkini dari para wartawan Kompas.com? Jangan lupa, subscribe channel Kompas.com Reporter on Location (KRoL), klik di sini.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X