Kompas.com - 12/05/2017, 18:50 WIB
Ilustrasi hiburan malam. Philip Mackenzie/sxc.huIlustrasi hiburan malam.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Jamhuri Androfa, mendata ada dua tempat hiburan malam yang sudah dapat peringatan keras dari pihaknya hingga hari ini.

Peringatan keras diberikan dalam rangka adanya temuan narkoba. Hal ini sesuai dengan kebijakan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dulu menerapkan sanksi tegas bagi tempat hiburan malam yang kedapatan ada narkoba.

"Dua tempat hiburan malam, satunya tempat karaoke Tematik di Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara, dan diskotek F1 di Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat," kata Jamhuri saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (12/5/2017) petang.

Peringatan keras untuk karaoke Tematik diberikan pada Maret 2016. Sedangkan peringatan untuk diskotek F1 dilayangkan pada Mei 2016 lalu.

Jumhari menjelaskan, dalam hal pelanggaran karena narkoba, tidak ada peringatan satu, dua, dan tiga seperti sanksi untuk pelanggaran lainnya. Jika sekali saja tempat hiburan malam kedapatan ada narkoba di dalamnya, langsung kena peringatan keras.

"Setelah peringatan keras, kedua kali ketahuan narkoba lagi, langsung ditutup," tutur Jamhuri.

Baca: Diskotek yang Ditutup karena Kasus Narkoba Tak Bisa Dibuka Kembali

Sebelumnya, sudah ada dua tempat hiburan malam yang ditutup dan dicabut izinnya karena dua kali kedapatan ada narkoba. Tempat yang dimaksud adalah diskotek Stadium dan Mille's di Jakarta Barat.

Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini turut mengungkap praktik peredaran narkoba di dua diskotek lain, yakni Diamond dan Illigals.

Menurut Jamhuri, pihaknya masih menunggu laporan tertulis dari BNNP DKI agar dapat menerbitkan peringatan keras kepada pihak diskotek.

"Karena dasar kami memberikan teguran adalah laporan dari BNNP. Saya sudah ke BNNP, mereka janji hari Senin sudah kirim laporannya ke kami," ujar Jamhuri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X