Kompas.com - 15/06/2017, 06:28 WIB
Penumpang menunggu keberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/12/2016). Nursita SariPenumpang menunggu keberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/12/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan agar Stasiun Gambir difungsikan kembali untuk layanan kereta rel listrik (KRL) commuter line.

Usulan ini dilatarbelakangi tingginya angka penumpang KRL yang seharusnya turun di stasiun tersebut.

Menurut MTI, tidak diperbolehkannya penumpang KRL turun di Stasiun Gambir membuat mereka terpaksa turun di Stasiun Juanda atau Gondangdia.

Padahal, jarak kedua stasiun tersebut dengan Gambir relatif cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.

"Saya mengamati yang turun di Juanda dan Gondangdia. Angkanya tinggi sekali. Ternyata yang harus turun di Gambir itu gede banget," kata Presidium MTI Muslich Zainal Asikin dalam acara diskusi bertema "Kemacetan Sehubungan dengan Konstruksi Infrastruktur Transportasi" di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

(Baca juga: Arus Balik Libur Natal di Stasiun Gambir mulai 26 Desember Sore)

Selain mempersulit penumpang KRL, kata Muslich, tidak difungsikannya Stasiun Gambir untuk layanan KRL commuter line ini mempersulit penumpang kereta jarak jauh yang ingin melanjutkan perjalanan dengan KRL.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Muslich, banyak penumpang kereta jarak jauh yang mengeluh karena harus ke Stasiun Juanda atau Gondangdia untuk melanjutkan perjalanan dengan KRL.

Muslich menyebut keluhan serupa juga disampaikan wisatawan mancanegara. "Masa bawa koper gendong-gendong terus naik ojek turun di Gondangdia. Kayak wong edan. Sementara keretanya lewat Gambir. Malu, ketemu orang-orang asing malu. Ini orang Indonesia gendeng apa ya," ujar Muslich.

Stasiun Gambir sebenarnya masuk dalam daftar stasiun yang dilintasi KRL commuter line. Stasiun ini berada dalam jalur layang yang menghubungkan Stasiun Manggarai dan Stasiun Jakarta Kota.

Namun, sejak pertengahan 2012, Stasiun Gambir tidak lagi difungsikan untuk tempat kedatangan dan pemberangkatan KRL. Kereta hanya melintas di stasiun tersebut tanpa berhenti.

(Baca juga: Selama Libur, Penumpang KA yang Turun di DIY-Jateng 29.000 Per Hari)

Menurut Muslich, kebijakan itu diberlakukan PT Kereta Api Indonesia untuk mencegah bercampurnya penumpang KRL dengan penumpang kereta jarak jauh.

Padahal, kata Muslich, ketakutan itu bisa dicegah dengan memisahkan jalur kedatangan dan pemberangkatan kereta jarak jauh dengan KRL.

"Ngapain ketakutan akan keamanan terus mengorbankan puluhan ribu orang setiap hari," ujar dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

Megapolitan
Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Megapolitan
Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Megapolitan
Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X