Sistem Pendidikan STIP Diubah untuk Hindari Kekerasan Kembali Terjadi

Kompas.com - 17/07/2017, 06:07 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Amarulloh Adtyas Putra, kakak kandung taruna STIP yang tewas Amirulloh Adityas Putra, Minggu (16/7/2017)  Kompas.com/David Oliver PurbaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Amarulloh Adtyas Putra, kakak kandung taruna STIP yang tewas Amirulloh Adityas Putra, Minggu (16/7/2017)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mengubah sejumlah sistem pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) guna menghindari terulangnya tindak kekerasan di sekolah tersebut.

Sistem pendidikan lama yang digunakan STIP dinilai rawan memicu kekerasan. Sejumlah taruna di sekolah itu tewas dalam beberapa tahun terakhir karena mendapat kekerasan dari senior.

Budi Karya di STIP, Jakarta Utara, Minggu (16/7/2017), mengatakan bahwa STIP tidak lagi memperkenankan siswa senior turun langsung memberikan sejumlah pendidikan kepada para juniornya.

"Karena secara pemberian kewenangan itu disalahgunakan untuk gagah-gagahan," ujar Budi.

STIP juga memperbanyak jam belajar para taruna dan mengurangi kegiatan ekstrakulikuler. Hal itu dilakukan untuk menghindari gesekan yang terjadi di lingkungan STIP.

Selain itu, STIP membuat sebuah risalah untuk mempertegas hukuman taruna yang melanggar aturan.

"Ada dokumen-dokumen yang dibuat secara khusus untuk melakukan reformasi sekolah. Bahkan ada risalah untuk memberikan punsihment kepada mereka yang bersalah. Sebaliknya bagi yang berprestasi diberikan apresiasi," ujar Budi.

Kematian taruna STIP sudah beberapa kali terjadi. Para taruna STIP yang tewas karena kekerasan seniornya antara lain adalah Agung Bastian Gultom (tewas pada 2 Mei 2008), Jegos, (tewas pada 2008), Dimas Dikita Handoko (tewas pada 2014). Taruna terakhir yang tewas adalah Amirulloh Adityas Putra pada 2017.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Megapolitan
Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X