KA Tegal Bahari Gangguan Operasional, Perjalanan "Commuter Line" Terhambat

Kompas.com - 20/07/2017, 13:08 WIB
Perjalanan kereta menuju Jakarta Kota dan Tanah Abang dari Bekasi maupun Bogor tertahan sinyal masuk di Stasiun Manggarai, Kamis (20/7/2017). Hal ini dikarenakan adanya kendala operasional KA Tegal Bahari di Stasiun Cikini. KOMPAS.COM/Icha RastikaPerjalanan kereta menuju Jakarta Kota dan Tanah Abang dari Bekasi maupun Bogor tertahan sinyal masuk di Stasiun Manggarai, Kamis (20/7/2017). Hal ini dikarenakan adanya kendala operasional KA Tegal Bahari di Stasiun Cikini.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan KRL commuter line tergganggu pada Kamis (20/07/2017) sejak pukul 10.45 WIB karena adanya Kereta Api Tegal Bahari yang mengalami kendala operasional di jalur 2 Stasiun Cikini.

Terjadi antrean kereta yang akan melintas, terutama yang mengarah ke Stasiun Jakarta Kota dan sebaliknya.

Commuter line dari Bogor maupun Bekasi yang menuju Jakarta Kota maupun Tanah Abang terhambat sinyal masuk di Stasiun Manggarai.

“Gangguan perjalanan KRL dampak dari KA Tegal Bahari yang mengalami kendala operasional di jalur 2 Stasiun Cikini dan belum dapat diberangkatkan kembali hingga kini,” ujar VP Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Kamis.

(Baca juga: KRL Commuter Line Mungkin Alami Keterlambatan pada Masa Libur Lebaran)

Untuk mengurangi antrean, kata Eva, pengoperasian commuter line menggunakan satu jalur secara bergantian.

“Untuk mengurai kepadatan di jalur lintas maka operasional KRL relasi Bekasi/Bogor tujuan Jakarta Kota sebagian perjalanan hanya sampai dengan Manggarai,” kata Eva.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eva juga mengimbau pengguna yang masih tertahan di dalam rangkaian KRL untuk menjaga keselamatan dan tidak membuka pintu KRL untuk turun di tengah jalur rel.

(Baca juga: KRL "Commuter Line" Mogok di Pasar Minggu)

Untuk para pengguna jasa commuter line yang tidak dapat menunggu, ia menyarankan agar menggunakan moda transportasi lain.

Sementara itu, untuk pengguna yang sudah membeli tiket, dapat melakukan pengembalian tiket di loket terdekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Rumah di Kalideres Ambruk dan Tewaskan Ibu dan Balitanya

Kronologi Rumah di Kalideres Ambruk dan Tewaskan Ibu dan Balitanya

Megapolitan
Polisi Gagalkan Rencana Tawuran di Kebayoran Baru, 3 Remaja Ditangkap Barbuk Pedang dan Celurit

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran di Kebayoran Baru, 3 Remaja Ditangkap Barbuk Pedang dan Celurit

Megapolitan
Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Megapolitan
Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Megapolitan
Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.