Axel Thomas Sampaikan Nota Keberatan pada Sidang Pagi Ini

Kompas.com - 14/09/2017, 08:35 WIB
Artis peran Jeremy Thomas menceritakan kondisi anaknya, Axel Matthew Thomas (19) yang diperiksa sebagai tersangka kasus narkoba di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/7/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Artis peran Jeremy Thomas menceritakan kondisi anaknya, Axel Matthew Thomas (19) yang diperiksa sebagai tersangka kasus narkoba di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/7/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

TANGERANG, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Axel Matthew Thomas (19), akan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Kamis (14/9/2017) pagi ini. Sidang hari ini beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak Axel terhadap dakwaan jaksa penuntut umum yang disampaikan pada sidang Senin lalu.

"Sidang lanjutan dengan terdakwa Axel hari ini pukul 09.00 WIB," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Gede Adaksa, saat dihubungi Kompas.com, Kamis pagi.

Pada sidang perdananya, Senin kemarin, putra aktor Jeremy Thomas itu didakwa terlibat dalam pemufakatan untuk menerima narkotika jenis happy five di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jeremy Thomas: Axel Kangen Nempel Kulit Mamanya

Pasal yang dikenakan adalah Undang-Undang Psikotropika Pasal 61 junto 69, Pasal 60 ayat 1 junto 69, dan Pasal 60 ayat 5 junto 69 dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Salah satu kuasa hukum Axel, Amin Zakaria, sebelumnya mengungkapkan bahwa kliennya akan mengajukan sejumlah poin dalam nota keberatan. Beberapa poin yang dimaksud adalah minimnya alat bukti dalam kasus itu serta hasil tes urine Axel yang negatif narkoba.

Axel ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba oleh polisi beberapa waktu lalu atas dasar bukti permulaan berupa dugaan transfer uang Rp 1,5 juta kepada bandar untuk memesan narkoba jenis happy five.

Lihat juga: Putra Jeremy Thomas Terancam Hukuman hingga 15 Tahun Penjara

Awalnya, Jeremy mempermasalahkan perlakuan polisi yang memukul Axel hingga wajah anaknya terluka. Namun hal itu telah diselesaikan melalui penjelasan polisi soal situasi di lapangan, di mana Axel sempat tidak kooperatif saat diperiksa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X