Tahun 2017, Ada 13 Stasiun yang Akan Jadi Lokasi Rusun TOD

Kompas.com - 02/10/2017, 19:53 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Menteri PUPR Basuki Hadimulyono (tengah) didampingi pejabat dari Kemenhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT KAI dan Perum Perumnas saat acara groundbreaking rusun berkonsep transit oriented development di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10/2017). Kompas.com/Alsadad RudiMenteri BUMN Rini Soemarno bersama Menteri PUPR Basuki Hadimulyono (tengah) didampingi pejabat dari Kemenhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT KAI dan Perum Perumnas saat acara groundbreaking rusun berkonsep transit oriented development di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDian Maharani

DEPOK, KOMPAS.com - Ada 13 lahan stasiun di kawasan Jabodetabek yang nantinya akan dijadikan lokasi rumah susun berkonsep transit oriented development ( TOD). Proyeknya ditargetkan sudah dapat dimulai pada tahun ini.

Dari 13 lokasi, dua diantaranya sudah dimulai, yakni di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan dan Stasiun Pondok Cina, Depok. Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, untuk 11 lokasi lainnya saat ini masih dalam proses pengurusan perizinan.

"13 TOD tentunya ini masih proses, masih izin. Karena kota-kotanya kan beda," kata Rini saat ditemui di sela-sela peresmian dimulainya proyek pembangunan rusun berkosep TOD di Stasiun Pondok Cina, Senin (2/10/2017).

Selain di Pondok Cina dan Tanjung Barat, satu stasiun lain yang sudah dipastikan jadi lokasi stasiun TOD adalah Stasiun Bogor.

Baca: Giliran Stasiun Pondok Cina Jadi Lokasi Rusun TOD

Rini masih enggan menyebutkan 10 lokasi stasiun lainnya. Yang pasti, kata dia, seluruhnya adalah rusun sederhana dengan sistem kepemilikan alias rusunami.

"Kalau tahun ini 13. Masih ada 37 lagi yang kita mau coba kuartal pertama tahun depan," ujar Rini.

Rusun TOD yang dibangun di area stasiun merupakan bagian dari kerja sama antara Perum Perumnas dan PT KAI.

Pembangunan rusun di lahan stasiun diketahui dilatarbelakangi keberadaan kereta rel listrik (KRL) commuter line sebagai salah satu moda transportasi andalan masyarakat yang bermukim di kawasan Jabodetabek.

Baca: Budi Karya Janji Mudahkan Perizinan TOD Stasiun Bogor

Saat ini, mayoritas pengguna kereta harus mengarungi jarak tempuh antara rumah dan stasiun sejauh rata-rata 1-10 kilometer. Kondisi ini yang kemudian mendorong perlunya hunian yang terintegrasi atau dekat dengan stasiun KRL.

Karena itu, keberadaan rusun TOD diyakini akan mendekatkan jarak pengguna kereta api, menciptakan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Megapolitan
[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

Megapolitan
DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X