Djarot: Sebentar Lagi Masa Kepemimpinan Tiga Gubernur Selesai...

Kompas.com - 11/10/2017, 15:11 WIB
Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau proyek LRT di kilometer 13 Tol Jagorawi,  Cibubur,  Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016) IhsanuddinPresiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau proyek LRT di kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016)
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyinggung soal masa jabatannya yang akan berakhir pada 15 Oktober 2017.

Berakhirnya masa jabatan Djarot, berakhir pula periode pemerintahan 2012-2017 yang dimulai Presiden Joko Widodo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Djarot berpesan kepada masyarakat Jakarta untuk tetap menjaga pembangunan dan sistem yang diterapkan hingga saat ini.

"Sebentar lagi masa kepemimpinan tiga orang gubernur selesai dan saya minta kepada seluruh warga untuk memelihara apa yang sudah kita punya, untuk memanfaatkan apa yang sudah ada sekarang ini," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/10/2017).

Baca: Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Peninggalan Jokowi, Ahok, dan Djarot untuk Jakarta

Salah satu hal yang harus dimanfaatkan, lanjut Djarot, yakni transportasi publik yang sudah tersedia di Jakarta, seperti transjakarta. Dia berharap warga mau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Pembangunan transportasi publik, kata Djarot, merupakan terobosan yang dimulai oleh Jokowi dengan melakukan groundbreaking pembangunan mass rapid transit (MRT), kemudian groundbreaking light rail transit (LRT) oleh Ahok, dan dilanjutkan dirinya.

Baca: Pemkot Jaksel Kembali Ambil Alih Lahan Warga untuk MRT

Selama periode pemerintahan 2012-2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga merevitalisasi bus-bus di Jakarta serta mengajak Kopaja dan MetroMini bergabung dengan PT Transjakarta. Pemprov DKI Jakarta juga membangun trotoar yang lebar untuk pejalan kaki guna mengakses moda angkutan massal.

"Khusus sistem transportasi, inilah yang digagas Pak Jokowi, dipertajam dan dilaksanakan dengan keberanian oleh Pak Ahok, dan sekarang saya penutup," kata Djarot.

Pembangunan transportasi publik itu dilakukan untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Djarot yakin, setelah semua transportasi publik selesai dibangun dan terintegrasi, Jakarta tak akan lagi macet.

Baca: Menhub Pastikan Proyek MRT dan LRT Tak Akan Mangkrak

"Memang Jakarta sekarang masih macet, tapi percayalah kalau kita konsisten membangun transportasi massal dan mengubah pola perilaku warga beralih kepada angkutan publik, kemacetan akan segera berakhir," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Marak Kecelakaan Truk dengan Pengendara Motor, Pemkot Tangsel Bakal Kaji Ulang Perwal

Megapolitan
Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Transjakarta Kembali Operasikan Merek Zhong Tong, Bus Asal China yang Pernah Disorot Ahok

Megapolitan
Fakta Seputar Edaran Jumat Bergamis Hitam yang Diketahui hingga Kini...

Fakta Seputar Edaran Jumat Bergamis Hitam yang Diketahui hingga Kini...

Megapolitan
Surat Edaran Jumat Bergamis Hitam, Berawal dari Kesalahpahaman Camat Ciputat dan Stafnya

Surat Edaran Jumat Bergamis Hitam, Berawal dari Kesalahpahaman Camat Ciputat dan Stafnya

Megapolitan
Kisah Awkarin Temui Driver Ojol yang Kehilangan Motor hingga Sumbang Biaya Sekolah Anak

Kisah Awkarin Temui Driver Ojol yang Kehilangan Motor hingga Sumbang Biaya Sekolah Anak

Megapolitan
Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik daripada Bekasi dan Depok

Megapolitan
Kisah Wanita Penyebar Video Penggal Jokowi, Tak Ditengok Teman hingga Vonis Bebasnya

Kisah Wanita Penyebar Video Penggal Jokowi, Tak Ditengok Teman hingga Vonis Bebasnya

Megapolitan
Mengenal Body Camera Anggota PJR yang Dilengkapi Fitur GPS hingga Emergency Button

Mengenal Body Camera Anggota PJR yang Dilengkapi Fitur GPS hingga Emergency Button

Megapolitan
Petugas Damkar Turun Tangan Bantu Anjing yang Kakinya Terlilit Rantai

Petugas Damkar Turun Tangan Bantu Anjing yang Kakinya Terlilit Rantai

Megapolitan
DPRD DKI Harus Berpuas Hati, Beberapa Usulan Mereka Ditolak Kemendagri...

DPRD DKI Harus Berpuas Hati, Beberapa Usulan Mereka Ditolak Kemendagri...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kelihaian Djeni Gelapkan 62 Mobil | Driver Ojol Dibantu Awkarin | Vonis Bebas Pengancam Jokowi

[POPULER JABODETABEK] Kelihaian Djeni Gelapkan 62 Mobil | Driver Ojol Dibantu Awkarin | Vonis Bebas Pengancam Jokowi

Megapolitan
Cerita Dua Mahasiswa Unkris, Mengaku Dianiaya Polisi dan Beranikan Diri Lapor ke Propam

Cerita Dua Mahasiswa Unkris, Mengaku Dianiaya Polisi dan Beranikan Diri Lapor ke Propam

Megapolitan
Cerita Orangtua Tak Sehari Pun Berhenti Mencari Del Piero...

Cerita Orangtua Tak Sehari Pun Berhenti Mencari Del Piero...

Megapolitan
Rencana Anggaran DKI yang Jadi Sorotan, dari TGUPP hingga Antivirus...

Rencana Anggaran DKI yang Jadi Sorotan, dari TGUPP hingga Antivirus...

Megapolitan
Pemuda yang Bunuh Temannya di Ciledug Adalah Mantan Napi, Dipicu Masalah Sepele

Pemuda yang Bunuh Temannya di Ciledug Adalah Mantan Napi, Dipicu Masalah Sepele

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X