Djarot Nyanyi Lagu "Kapan-kapan", Warga Menari Sambil Menangis

Kompas.com - 15/10/2017, 09:45 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dipeluk warga yang menangis di Balai Kota, Minggu (15/10/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dipeluk warga yang menangis di Balai Kota, Minggu (15/10/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba di Balai Kota dengan senyum mengembang. Pagi ini, dia datang dengan menaiki golf car bersama dengan istrinya, Happy Farida.

Djarot dan Happy langsung diserbu oleh warga yang berada di Balai Kota. Seorang ibu menerobos kerumunan dan langsung memeluk Djarot. Ibu tersebut meneteskan air mata sambil memanggil nama Djarot.

Djarot tersenyum sambil menepuk pundak ibu tersebut. Setelah itu, Djarot bernyanyi bersama band Goes Plus di pendopo Balai Kota. Sebuah band milik Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Agus Suradika. Djarot bernyanyi beberapa lagu seperti lagu "Diana" dan "Kapan-kapan".

Barisan depan yang menonton penampilan Djarot umumnya adalah awak media. Namun, beberapa warga mampu menerobos kerumunan dan menyaksikan dari depan. Seorang ibu terlihat melenggak-lenggok ketika Djarot bernyanyi lagu "Kapan-kapan". Namun, wajah ibu tersebut murung dan matanya memerah.

Kebalikan dari ibu tersebut, Djarot malah bernyanyi dengan gembira bersama istri dan para kepala dinas yang kini menjadi mantan anak buahnya.

Baca juga: Pegawai DKI Berkumpul di Balai Kota untuk "Melepas" Djarot

Pagi ini, Djarot datang ke Balai Kota sebagai mantan gubernur. PNS DKI berkumpul untuk melepas Djarot yang sudah mengakhiri masa tugasnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X