Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Pertama Anies dan Sandiaga Pimpin Jakarta...

Kompas.com - 18/10/2017, 06:06 WIB
Jessi Carina

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Selasa (17/10/2017) kemarin, merupakan hari pertama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bertugas di Balai Kota setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Berbagai kegiatan dilakukan Anies dan Sandiaga sejak tiba bersama di Balai Kota pada pukul 07.29 WIB.

Tidak lama setelah tiba di Balai Kota, Anies dan Sandiaga langsung berkeliling ditemani Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) Mawardi, mulau dari lapangan Balai Kota, pos satpam, pos pemadam kebakaran, hingga kantor Bank DKI.

Setelah itu, Anies dan Sandiaga dijemput Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk masuk ke ruang pola. Di sana, para pejabat DKI Jakarta dari eselon I, II, III, dan IV berkumpul. Selain berkenalan, Anies dan Sandiaga juga memberikan arahan terkait visi dan misinya kepada PNS.

Anies meminta mereka mempelajari janji kampanye Anies-Sandi. Sebab, janji kampanye itu merupakan mandat yang dibawa Anies-Sandi.

"Dalam pilkada kemarin saudara-saudara semua dirahasiakan pilihannya. Di ruangan ini semuanya sama, saudara-saudara harus mempelajari janji kami apapun pilihan saudara-saudara semua," ujar Anies.

(baca: Hari Pertama, Ada Demo yang Ingatkan Anies-Sandi Batalkan Reklamasi )

Selesai memberi pengarahan, Anies dan Sandiaga ke lantai 3 Balai Kota untuk melihat kantor Jakarta Smart City. Sandiaga ingin nantinya semua kebijakan yang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbasis data yang dimiliki Jakarta Smart City.

"Kenapa kebijakannya begini? Oh karena ada datanya. Misalnya Dishub ada kebijakan, oh datanya ABC. Sehingga bisa dijelaskan ke masyarakat. Jadi jangan bikin kebijakan yang ujug-ujug," ujar Sandiaga.

Kunjungan dinas pertama

Pada hari pertama menjabat, Anies dan Sandiaga melakukan kunjungan dinas. Kemarin keduanya datang ke Dinas UMKM untuk membuka pelatihan kewirausahaan.

"Kunjungan resmi gubernur dan wakil gubernur yang pertama itu ke program pemberdayaan UMKM dan program memasyarakatkan kewirausahaan," ujar Sandiaga.

Sementara itu, Anies mengatakan, pelatihan itu diberikan untuk membesarkan para pengusaha kecil menengah.

"Tujuannya adalah supaya kemajuan ekonomi di Jakarta bisa dirasakan oleh orang lebih banyak dan tanpa harus mengecilkan yang besar, tapi membesarkan yang kecil," kata Anies.

Blusukan pertama

Pada sore harinya, Anies dan Sandiaga shalat berjemaah di Masjid Fatahillah. Setelah itu, Anies dan Sandiaga naik bus wisata dari halte Balai Kota kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus transjakarta koridor 6 rute Dukuh Atas-Ragunan. Dalam perjalanan, Sandi baru mengatakan bahwa mereka akan ke Mampang.

Anies dan Sandiaga ditemani Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko, dan Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono. Mereka sama-sama turun di Halte Mampang Prapatan untuk melihat proyek underpass Mampang.

Usai meninjau, Anies mengungkapkan alasannya memilih underpass Mampang sebagai proyek yang pertama dia kunjungi.

"Proyek ini sudah menyebabkan kemacetan yang ekstrem. Ini barang kali salah satu pusat kemacetan di Ibu Kota hari ini, akibat proyek ini," ujar Anies.

Anies mengatakan penyelesaian proyek itu akan terlambat karena masalah relokasi pipa utilitas. Kepala Proyek, Jumadi, mengatakan pipa utilitas di area proyek harus dipindahkan terlebih dulu.

Jumadi menjelaskan, kesepakatan awal pipa utilitas itu akan dipindahkan pada Juli 2017. Namun, ternyata pemilik surat bersurat ke Pemprov DKI bahwa baru bisa memindahkannya pada Desember dan Jumadi tidak mengetahui alasannya.

"Itu praktis satu blok tidak akan selesai," kata Jumadi.

(baca: Anies-Sandi Akan Panggil Pemilik Utilitas di Area "Underpass" Mampang)

Seiring dengan terlambatnya relokasi utilitas, maka pembangunan underpass Mampang juga akan terlambat. Pembangunannya baru selesai pada April 2018, terlambat 4 bulan dari target awalnya. Anies pun akan memanggil pemilik pipa tersebut.

Kunjungan Anies dan Sandi ke Mampang dilakukan sore hari, bersamaan dengan warga yang pulang kerja sehingga lalu lintas menjadi macet.

Usai melihat proyek underpass Mampang, keduanya sama-sama pulang menggunakan sepeda motor, Anies yang mengemudi membonceng Sandiaga menembus kemacetan Ibu Kota.

Kompas TV Anies-Sandi meresmikan acara pelatihan pemasyarakatan wirausaha DKI Jakarta di Jakarta Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Megapolitan
Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Said Iqbal: Upah Buruh di Jakarta yang Ideal Rp 7 Juta Per Bulan

Megapolitan
Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Ikut Demo May Day 2024, Buruh Wanita Rela Panas-panasan demi Memperjuangkan Upah yang Layak

Megapolitan
Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Dua Orang Terluka Imbas Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Ciliwung Ditemukan Tewas 1,2 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Megapolitan
Rayakan 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Rayakan "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Padati Stadion Madya GBK

Megapolitan
Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Fahira Idris: Gerakan Buruh Terdepan dalam Perjuangkan Isu Lintas Sektoral

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Dalam Koper di Bekasi

Megapolitan
Hadiri 'May Day Fiesta', Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Hadiri "May Day Fiesta", Massa Buruh Mulai Bergerak Menuju GBK

Megapolitan
Pakai Caping Saat Aksi 'May Day', Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Pakai Caping Saat Aksi "May Day", Pedemo: Buruh seperti Petani, Semua Pasti Butuh Kami...

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Penyebab Mobil Terbakar di Tol Japek: Pecah Ban lalu Ditabrak Pikap

Megapolitan
Massa Buruh Nyalakan 'Flare' dan Kibarkan Bendera di Monas

Massa Buruh Nyalakan "Flare" dan Kibarkan Bendera di Monas

Megapolitan
Ribuan Buruh Ikut Aksi 'May Day', Jalanan Jadi 'Lautan' Oranye

Ribuan Buruh Ikut Aksi "May Day", Jalanan Jadi "Lautan" Oranye

Megapolitan
Bahas Diskriminasi di Dunia Kerja pada Hari Buruh, Aliansi Perempuan: Muka Jelek, Eh Tidak Diterima...

Bahas Diskriminasi di Dunia Kerja pada Hari Buruh, Aliansi Perempuan: Muka Jelek, Eh Tidak Diterima...

Megapolitan
Ribuan Polisi Amankan Aksi 'May Day', Kapolres: Tidak Bersenjata Api untuk Layani Buruh

Ribuan Polisi Amankan Aksi "May Day", Kapolres: Tidak Bersenjata Api untuk Layani Buruh

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com