Polisi Tangkap Pria yang Lempari DJ dengan Batu di Kebon Jeruk

Kompas.com - 07/11/2017, 13:01 WIB
Foto wanita korban begal yang beredar di aplikasi pesan singkat, Senin (6/11/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaFoto wanita korban begal yang beredar di aplikasi pesan singkat, Senin (6/11/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS. com -
Pelaku pelemparan batu terhadap seorang Disk Jockey (DJ) bernama Siska pada Senin (6/11/2017) dini hari telah tertangkap.

"Setelah korban menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya membuat laporan ke Polsek Kebon Jeruk," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Marbun, di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Dia melanjutkan, setelah ditelusuri, pelaku diamankan pada Senin malam di sekitar lokasi kejadian.

"Kami menangkap pelaku berdasarkan laporan warga sekitar yang menginformasikan mengenai ciri-ciri pelaku. Kebetulan pada saat kejadian ada pedagang yang melihat," kata Marbun.

Baca juga : Wanita yang Terluka akibat Dilempar Orang Tak Dikenal Tak Lapor Polisi

Menurut Marbun, pelaku merupakan pria berinisial M (50). Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Belakangan beredar foto di aplikasi pesan singkat yang memperlihatkan seorang wanita mengalami luka lebam di bagian mata dan disebut sebagai korban pembegalan di kawasan Mal Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Lambe Patabang Birana mengatakan, wanita tersebut awalnya mengendarai mobil dari arah kuningan.

"Yang dia dari Central Park itu tidak benar ya. Jadi wanita ini dari Kuningan, sampai Jalan Budi Raya, Kemanggisan, Kebon Jeruk dia dilempar orang tak dikenal," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com.

Lambe mengatakan, peristiwa itu bukan pembegalan.

"Enggak ada barang yang dicuri. Pelakunya juga belum diketahui. Nanti kami infokan perkembangannya," ucap Lambe.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X