26 Terdakwa Koperasi Pandawa Menangis Saat Baca Pleidoi di PN Depok

Kompas.com - 30/11/2017, 21:40 WIB
Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Depok saat sidang kasus Koperasi Pandawa, Kamis (30/11/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNASuasana ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Depok saat sidang kasus Koperasi Pandawa, Kamis (30/11/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

DEPOK, KOMPAS.com - Setelah jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri Depok membacakan tuntutannya yang meminta agar hakim menjatuhkan vonis pidana 14 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar subsider 6 bulan kepada bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, para terdakwa dalam kasus itu dipersilahkan membacakan pledoi atau pembelaan mereka.

Saat diminta membacakan pembelaan, para terdakwa menangis sambil membacakan pledoi di hadapan Hakim Ketua Yulinda Trimurti Asih Muryati.

"Yang Mulia, kalau memang saya bersalah, saya minta maaf, karena sebelumnya saya tidak tahu apa-apa," kata salah seorang pengurus koperasi bodong itu yang menjadi terdakwa di PN Depok, Kamis (30/11/2017).

Terdakwa lainnya juga diberikan kesempatan untuk membacakan pembelaan. Lagi-lagi, pada saat pembacaan pembelaan, para terdakwa menyampaikannya sambil menangis.


Baca juga : Pendiri Koperasi Pandawa Dituntut 14 Tahun Penjara

"Saya tidak ada niat ingin menipu karena tadinya kami berniat untuk membantu orang dari koperasi ini. Saya ingin memohon maaf, saya berharap saya dibebaskan, karena saya sudah tidak punya apa-apa," kata terdakwa lainnya.

Saat mendengar para terdakwa membacakan pembelaan sambil menangis, para korban koperasi bodong yang menghadiri proses persidangan justru meradang.

"Harusnya kami yang nangis, kan duit kami yang dimakan mereka. Ini kok mereka yang menangis," kata seorang ibu korban Koperasi Pandawa.

Dalam kasus penipuan yang dilakukan Koperasi Pandawa pimpinan Salman itu, ada 26 orang yang tersangka. 

Mereka adalah Madamin, Mochmad Soleh, Dedi Susanto, Ricky Muhammad Kurnia, Yeni Selva, Taryo, Ronny Santoso, Reza Fauzan, Saturnimus Meme Nage. Selain itu ada Dakim Bin Tasman, Cicih Kusneti, Vita Lestari, Bambang Prasetyo Assidhiq, Nani Susanti, Anto Wibowo, Priyoko Setyo Putro, Arif Rahmansyah, Sabilal Rusdi, Siti Parliangsih, Ii Suhendar, Ngatono, Tohiron, Abdul Karim, Dani Metta, Yeret Metta, dan Subardi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Megapolitan
Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

Megapolitan
Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Megapolitan
F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X