Anies Enggan Komentari soal Kenaikan Bantuan Parpol Jadi Rp 4.000

Kompas.com - 07/12/2017, 21:11 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari kenaikan bantuan keuangan untuk partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta. Bantuan itu dianggarkan Rp 4.000 per suara.

"Saya enggak komentar dulu soal itu (bantuan dana untuk parpol)," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/12/2017).

Anies kemudian langsung mengakhiri sesi wawancara dengan wartawan. Saat wartawan mencoba mengejarnya untuk kembali meminta tanggapan, Anies tetap tak memberi penjelasan.

Dia tetap teguh menyatakan tak mau mengomentari bantuan yang disoroti Kementerian Dalam Negeri itu.

"Enggak komentar," kata Anies.

Baca juga : Kenaikan Bantuan Parpol Jadi Rp 4.000 Per Suara Diusulkan DPRD DKI

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono kemarin menyoroti tingginya kenaikan bantuan keuangan kepada partai politik pada APBD DKI 2018. Kenaikan bantuan keuangan kepada parpol yang dianggarkan pada APBD DKI 2018 menjadi Rp 4.000 per suara.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta itu membandingkan kenaikan bantuan keuangan untuk parpol di DKI dengan tingkat nasional.

"Jadi, (kenaikan dana parpol) nasional saja Rp 1.000, masa (DKI) Rp 4.000," ujar Sumarsono.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jajarta Darwis Muhammad Aji menyebut pihaknya mengajukan dana bantuan partai sebesar Rp 1.200 per suara dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018.

Baca juga : Dana Bantuan Parpol Rp 4.000 karena Kemampuan Anggaran Jakarta Besar

Kemudian, anggota badan anggaran DPRD DKI Jakarta meminta ditambah dalam forum rapat banggar bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

"Jadi bukan senang-senangnya Bakesbang memasukan itu. Dulu pertama kami usulkan sesuai seperti dibilang Pak Soni Rp 1.200. Tetapi kan Dewan tahu ada keputusan tingkat nasional, mereka meminta supaya Kesbang merevisi usulan itu menjadi Rp 4.000," ujar Darwis.

Kata Darwis, alasan anggota banggar meminta penambahan biaya parpol karena kemampuan keuangan DKI Jakarta yang besar. Nilai APBD DKI 2018 saja mencapai Rp 77,1 triliun.

Pihaknya memasukan usulan kenaikan anggaran itu untuk mengakomodasi usulan DPRD DKI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Tangkap Pimpinan dan 2 Anggota Geng Motor Bersajam yang Konvoi di Johar Baru

Polda Metro Tangkap Pimpinan dan 2 Anggota Geng Motor Bersajam yang Konvoi di Johar Baru

Megapolitan
Tidak Digunakan Dua Tahun, Asrama Haji Kota Bekasi Jalani Sejumlah Perbaikan

Tidak Digunakan Dua Tahun, Asrama Haji Kota Bekasi Jalani Sejumlah Perbaikan

Megapolitan
Kota Depok Raih Predikat WTP 11 Kali Berturut-turut

Kota Depok Raih Predikat WTP 11 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Panitia Formula E Ajukan Permintaan Iklan ke BUMN, Anggota DRPD DKI: Mereka Lagi Cekak

Panitia Formula E Ajukan Permintaan Iklan ke BUMN, Anggota DRPD DKI: Mereka Lagi Cekak

Megapolitan
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkot Jakpus Gelar Pelatihan Membuat Produk Minuman Sehat

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemkot Jakpus Gelar Pelatihan Membuat Produk Minuman Sehat

Megapolitan
Cegah Paham Radikal Terorisme di Kalangan Mahasiswa, BNPT Kerja Sama dengan Pihak Kampus

Cegah Paham Radikal Terorisme di Kalangan Mahasiswa, BNPT Kerja Sama dengan Pihak Kampus

Megapolitan
Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Pinggir Sungai Cisadane, Diperkirakan Berusia 6-7 Bulan

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Pinggir Sungai Cisadane, Diperkirakan Berusia 6-7 Bulan

Megapolitan
Hewan Kurban dari Luar Daerah Wajib Jalani Karantina, Pemkot Jaksel Akan Lakukan Pengawasan PMK

Hewan Kurban dari Luar Daerah Wajib Jalani Karantina, Pemkot Jaksel Akan Lakukan Pengawasan PMK

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Sediakan Gerai Vaksinasi Saat CFD Mendatang

Pemkot Bekasi Akan Sediakan Gerai Vaksinasi Saat CFD Mendatang

Megapolitan
Sempat Dikira Boneka, Sesosok Mayat Ditemukan Warga di Seberang Istana Bogor

Sempat Dikira Boneka, Sesosok Mayat Ditemukan Warga di Seberang Istana Bogor

Megapolitan
Jakarta Makin Macet, Siap-Siap Ganjil Genap Diperluas jadi 25 Ruas Jalan

Jakarta Makin Macet, Siap-Siap Ganjil Genap Diperluas jadi 25 Ruas Jalan

Megapolitan
2 Napi di Lapas Pemuda Tangerang Terserat Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

2 Napi di Lapas Pemuda Tangerang Terserat Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Jakarta Terapkan WFO 100 Persen, Apindo: Ekonomi Akan Segera Pulih

Jakarta Terapkan WFO 100 Persen, Apindo: Ekonomi Akan Segera Pulih

Megapolitan
PPKM Level 1 Berlaku di Tangsel, Pemkot Berharap Perekonomian Masyarakat Bisa Kembali Pulih

PPKM Level 1 Berlaku di Tangsel, Pemkot Berharap Perekonomian Masyarakat Bisa Kembali Pulih

Megapolitan
Simak Aturan PPKM Level 1 di Kota Tangerang Selatan

Simak Aturan PPKM Level 1 di Kota Tangerang Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.