Kompas.com - 14/01/2018, 14:59 WIB
Anies Baswedan dan Aa Gym berada satu oanggung di acara yang diselenggarakan Yayasan Daarut Tauhid Jakarta di Masjid Istiqlal Minggu (14/1/2018) Dok Diskominfotik DKI JakartaAnies Baswedan dan Aa Gym berada satu oanggung di acara yang diselenggarakan Yayasan Daarut Tauhid Jakarta di Masjid Istiqlal Minggu (14/1/2018)
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercerita mengenai beragam kegiatannya sebelum dan saat ini menjabat di tengah acara tauhid yang diselenggarakan Yayasan Daarut Tauhid Jakarta, di Masjid Istiqlal, Minggu (14/1/2018). Acara ini juga dihadiri dai Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym yang menjadi penceramah di acara tersebut.

Aa Gym kemudian menlakukan tanya jawab dengan Anies dan bertanya apakah sebelumnya Anies pernah terpikir untuk menjadi Gubernur.

"Sama sekali tidak," ucap Anies yang disambut tawa hadirin.

Anies bercerita dirinya selama ini lebih suka menjadi penonton. Ketika dirinya menjadi Mendikbud dia pun mengakui pilkada DKI akan berlangsung ketat. Sampai kemudian akhirnya dirinya maju menjadi calon gubernur.

Baca juga: Anies: Malu kalau Mobilnya Mewah, tetapi Tidak Bayar Pajak

"Memang menonton lebih enak dibandingkan menjalaninya. Waktu itu saya bilang, siapapun calonnya pasti akan ketat kompetisinya (pilkada). Saya tidak membayangkan. Makanya hati-hati dengan kata-kata," ucap Anies.

Aa Gym juga minta Anies bercerita mengenai penutupan Alexis yang sempat heboh di masyarakat. Anies mengungkapkan datangnya izin perpanjangan Alexis tepat saat dirinya baru saja menjabat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ketika datang (izinnya), kita tidak perpanjang. Tidak ada izin tanpa persetujuan gubernur. Menutup dengan cara tidak memberikan perpanjangan. Dengan begitu mereka tidak bisa menuntut. Kalau kami membatalkan, mereka bisa menuntut," ucap Anies.

Anies juga menceritakan, banyak yang menuliskan baik di media sosial maupun media massa, penutupan Alexis dan tempat hiburan lainnya akan menurunkan penerimaan daerah. Namun nyatanya tahun ini pemerintah provinsi melampaui target yang ditetapkan.

"DKI malah pertama kalinya target pendapatan naik. Kita melampaui target 103 persen," ucap Anies.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Megapolitan
Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Megapolitan
Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Megapolitan
Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Megapolitan
Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Megapolitan
Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Megapolitan
Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Megapolitan
Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Megapolitan
Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan
RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Megapolitan
Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Megapolitan
Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Megapolitan
Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Megapolitan
Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X