Kompas.com - 26/01/2018, 16:17 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti sabu seberat 40,19 kilogram, Jumat (26/1/2017). Sabu tersebut hendak diselundupkan sindikat jaringan Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comBadan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti sabu seberat 40,19 kilogram, Jumat (26/1/2017). Sabu tersebut hendak diselundupkan sindikat jaringan Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelundupan narkoba via jalur laut semakin masif saat ini. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta sejumlah institusi negara saling bersinergi dalam mencegah penyelundupan tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, saat ini segala hal yang berkaitan dengan narkoba hanya diserahkan ke BNN. Padahal, terkait penyelundupan melalui jalur laut misalnya, diperlukan kerja sama dengan lembaga negara lain.

"Kita kan punya Kementerian Kelautan dan koordinator di situ ada Bakamla, (TNI) Angkatan Laut, ada TNI, ada Polri, ada Bea Cukai. Ini yang kami harapkan bisa sinergi dengan kami. Jangan dilihat ini kerjaan BNN.  Narkotika ini sudah jadi tanggung jawab kita bersama," kata Arman di gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/1/2018).

Arman mengakui, laut menjadi wilayah yang sulit dipantau BNN. BNN tidak memiliki peralatan yang sanggup membuat mereka melakukan tindakan dan operasi di laut.

Baca juga : Menkumham: BNN dan Polri Suka Konsep Lapas High Risk Security Nusakambangan

"Kalau diserahkan ke BNN semua, BNN kapal aja nggak punya. Kami sangat butuh banget kapal atau pesawat untuk melakukan patroli. Makanya kerja sama dengan institusi lain sangat diperlukan," kata dia.

Arman membandingkan kondisi BNN dengan satuan anti-narkoba milik Kolombia. Dia mengatakan, satuan anti-narkoba Kolombia punya 154 pesawat dan alat canggih lainnya untuk melakukan pemgawasan dan pemberantasan peredaran narkoba di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arman ingin BNN seperti itu, tetapi sampai saat ini hal tersebut masih belum bisa direalisasikan oleh negara.

"Sudah sering kami ajukan (pengadaan peralatan). Sudah dalam perencanaan saya sebagai deputi pemberantasan dan sudah bolak-balik sampaikan dalam rapat intenal," ujar dia.

Tak hanya mengeluhkan perihal pengadaan peralatan penunjang operasi, Arman juga menyinggung kurangnya personel yang dimiliki BNN. Menurut Arman, idealnya BNN memiliki 65.000 personel untuk ditempatkan di seluruh Indonesia. Namun, jumlah personel BNN saat ini masih jauh dari itu.

"Kalau sekarang baru hampir 5 ribu," kata dia.

Kendati kurang dari segi peralatan dan personel, Arman meyakini peredaran narkoba bisa diperangi dengan cara bersinergi sehingga kekurangan BNN bisa ditutupi.

"Sebenarnya yang kami perlukan ini tidak harus bertumpu (pada) kekuatan BNN sendiri. Ini perlu koordinasi, kita memanfaatkan institusi dan kementerian yang lain," ujar Arman.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Megapolitan
Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Megapolitan
Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Megapolitan
15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

Megapolitan
Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.