Banyak Restoran di Perumahan, Hotman Paris Minta Sandiaga Ubah Aturan Zonasi

Kompas.com - 03/02/2018, 11:10 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kopi Johny, Kelapa Gading, Sabtu (3/2/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kopi Johny, Kelapa Gading, Sabtu (3/2/2018).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Sandiaga Uno dan pengacara Hotman Paris Hutapea menikmati kopi dan makanan ringan di kedai kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (3/2/2018).

Usai "ngopi" dan mengobrol bersama warga, keduanya di hadapan wartawan melangsungkan sesi tanya jawab. Hotman membahas kedai kopi Johny yang terletak di tengah-tengah perumahan mewah Kelapa Gading. Sandiaga mengatakan, kedai yang ramai dan jadi langganan Hotman tersebut melanggar peraruran daerah.

"Di seluruh perumahan di DKI banyak restoran yang sesuai kebutuhan rakyat, tetapi secara peraturan itu melanggar. Kalau memang rakyat butuh, kenapa enggak peraturan diubah, zonasinya diubah?" tanya Hotman ke Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan rencana pihaknya membahas Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ) DKI Jakarta bersama DPRD. Ia mengatakan, aturan itu perlu disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Hanya 5 Ha dari 300 Ha Sawah di Jakarta Tak Akan Berubah Peruntukan

"Nanti setelah pembahasan, kami bisa sesuaikan sesuai kebutuhan rakyat, dengan keinginan rakyat kita untuk menata Jakarta menjadi kota yang cantik," katanya.

Mendengar jawaban Sandiaga, Hotman meyakini Sandiaga bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperjuangkan tempat-tempat usaha yang berada di pemukiman.

Dalam Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang RDTR dan PZ DKI Jakarta, setiap sudut di DKI diatur dalam zonasi yang peruntukannya bermacam-macam. Ada kawasan komersil, pemukiman, jalur hijau, hingga industri.

Perda itu merupakan aturan turunan dari Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Ribuan tempat usaha di Jakarta berdiri di tempat yang bukan peruntukannya.

Kompas TV Pertemuan Pemprov Jakarta dengan sopir angkutan umum Tanah Abang kembali berlanjut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.