Rumah Kecil di Tamansari Ini Produksi Parfum Imitasi Merek Dunia

Kompas.com - 07/02/2018, 16:30 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dan Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta Dewi Prawitasari saat merilis pengungkapan kasus produksi parfum palsu di Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (7/2/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dan Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta Dewi Prawitasari saat merilis pengungkapan kasus produksi parfum palsu di Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah rumah berukuran kecil di dalam gang sempit di Jalan Mangga Besar 4, RT 012/RW 002 Tamansari, Jakarta Barat, menjadi tempat memproduksi parfum palsu dengan label merek ternama.

Rumah tersebut terbagi menjadi lima ruangan yang digunakan sebagai ruang penyimpanan botol kosong bekas parfum merek terkenal, ruang penyimpanan botol isi parfum berbagai macam merek terkenal, ruang peracikan parfum, ruang admin (perangkat lunak komputer terkoneksi internet), ruang pengemasan parfum siap edar, dan uang tempat istirahat karyawan.

Saat memasuki rumah kecil tersebut, Kompas.com mencium bau etanol yang menyengat sehingga menimbulkan rasa mual dan pusing.

Pengungkapan tempat produksi parfum palsu ini bermula dari informasi masyarakat yang curiga atas aktivitas di dalam rumah tersebut.

Penindakan dilakukan oleh Subdit Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berdasarkan laporan polisi nomor LP/38/I/2018/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 11 Januari 2018.

"Kami mendapatkan laporan bahwa parfum tersebut beredar tanpa izin edar dari BPOM-RI. Dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk menemukan rumah produksi ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono," Rabu (7/2/2018).

Argo melanjutkan, polisi juga telah mengamankan pria berinisial HO alias J (38) yang merupakan pemilik usaha.

"Saat kami melakukan penindakan polisi mendapati pemilik dan karyawan tertangkap tangan sedang melakukan proses produksi dan pengemasan parfum palsu berbagai macam merek terkenal," ujarnya.

Pelaku memasarkan produknya dengan cara COD (Cash on Delivery) dengan cara konsumen memesan langsung kepada tersangka via ponsel (whatsapp, LINE, BB dan SMS), door to door dengan menawarkan parfum pada pelanggan lama dan melalui website belanja online terkemuka.

Wilayah pemasaran/pembelian

Wilayah pemasaran parfum sudah menjangkau ke beberapa kota di 9 provinsi yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tenggara, di mana konsumen paling banyak berada di daerah Jabodetabek," kata Argo.

Tersangka akan dikenakan Undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun dengan denda Rp 2 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 60 Persen

Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta Terisi 60 Persen

Megapolitan
Jadi Tersangka Korupsi, Dirut PD Sarana Jaya Disebut Rugikan Negara Hingga Rp 100 Miliar

Jadi Tersangka Korupsi, Dirut PD Sarana Jaya Disebut Rugikan Negara Hingga Rp 100 Miliar

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU

Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU

Megapolitan
Gelapkan Mobil Rental di Kelapa Gading, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Gelapkan Mobil Rental di Kelapa Gading, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Trotoar di Jalan Panglima Polim Ditata bersama Juru Parkir

Trotoar di Jalan Panglima Polim Ditata bersama Juru Parkir

Megapolitan
Ada Libur Isra Mi'raj dan Nyepi, Anies: Jangan Bepergian ke Luar Kota, Tahan Diri

Ada Libur Isra Mi'raj dan Nyepi, Anies: Jangan Bepergian ke Luar Kota, Tahan Diri

Megapolitan
Polisi Selidiki Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Polisi Selidiki Pembakaran Sejumlah Posko Ormas di Tangsel

Megapolitan
Pemprov DKI Telah 4 Kali Kirim Surat Permohonan Penjualan Saham Perusahaan Bir ke DPRD

Pemprov DKI Telah 4 Kali Kirim Surat Permohonan Penjualan Saham Perusahaan Bir ke DPRD

Megapolitan
Sakit Hati Ditinggal Kekasih, Seorang Perempuan di Kota Tangerang Buang Bayinya

Sakit Hati Ditinggal Kekasih, Seorang Perempuan di Kota Tangerang Buang Bayinya

Megapolitan
Diduga Berbuat Cabul, Lurah Pekayon Jaya Bekasi Mengaku Siap Ikuti Prosedur Hukum

Diduga Berbuat Cabul, Lurah Pekayon Jaya Bekasi Mengaku Siap Ikuti Prosedur Hukum

Megapolitan
Baznas DKI Jakarta Buka Lowongan Relawan Ramadhan, Ini Kualifikasi dan Cara Mendaftar

Baznas DKI Jakarta Buka Lowongan Relawan Ramadhan, Ini Kualifikasi dan Cara Mendaftar

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

Pemprov DKI Klaim PPKM Mikro Tekan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Lurah Pekayon Jaya Bekasi Akui Pegang Bokong Pedagang Warung

Lurah Pekayon Jaya Bekasi Akui Pegang Bokong Pedagang Warung

Megapolitan
Dikawal Staf dari Pemkot Bekasi, Lurah Diduga Cabul Penuhi Panggilan DPRD

Dikawal Staf dari Pemkot Bekasi, Lurah Diduga Cabul Penuhi Panggilan DPRD

Megapolitan
Pesepeda Keluar Jalur di Jalan Sudirman-Thamrin, Bisa Kena Sanksi Rp 100.000

Pesepeda Keluar Jalur di Jalan Sudirman-Thamrin, Bisa Kena Sanksi Rp 100.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X