Menanti Langkah Konkret Pemprov DKI Sukseskan Sodetan Ciliwung

Kompas.com - 12/02/2018, 08:43 WIB
Lokasi outlet sodetan Ciliwung-KBT dipasangi plang oleh pemilik lahan. Tahan di sisi outlet itu masih belum dibebaskan. Kamis (3/12/2015) Kompas.com/Robertus BelarminusLokasi outlet sodetan Ciliwung-KBT dipasangi plang oleh pemilik lahan. Tahan di sisi outlet itu masih belum dibebaskan. Kamis (3/12/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pesan Presiden RI Joko Widodo kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno adalah melanjutkan pembebasan lahan untuk proyek sodetan Ciliwung. Proyek tersebut sempat terhenti karena ada warga yang melakukan gugatan.

Ada sekitar 1,2 kilometer lahan di dekat Jalan Otto Iskandardinata hingga Kali Ciliwung yang belum dapat dibebaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Banjir kiriman dari arah hulu Sungai Ciliwung yang menimpa Jakarta pada awal pekan lalu  membuat pemerintahan saat ini seolah diingatkan lagi dengan proyek itu.

Beberapa waktu lalu, Sandiaga mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang proyek sodetan Ciliwung. Sandiaga ingin bertemu dengan warga sekitar di Bidaracina yang seharusnya direlokasi itu. Namun rencana bertemu itu batal karena banjir melanda Jakarta.

Baca juga : Sandi Ingin Ada Mediasi agar Bisa Selesaikan Proyek Sodetan Ciliwung

"Kemarin ini sudah mau ada pembicaraan langsung di lapangan dengan perwakilan warga dan perwakilan pemilik lahan, (namun) tertunda karena sekarang mereka terendam," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/2/2018) lalu.

Ia berjanji akan mempercepat pembahasan dengan warga untuk membebaskan lahan dan melanjutkan proyek sodetan Ciliwung. Harapannya, proyek sodetan tersebut bisa dipercepat guna menanggulangi banjir di Jakarta.

Sejumlah motor terendam banjir di Bidara Cina, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018)Stanly Ravel Sejumlah motor terendam banjir di Bidara Cina, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018)
Menanti langkah konkret

Sejauh ini, langkah konkret yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta adalah berdialog dengan warga Bidaracina. Namun, belum diketahui juga kapan dialog itu akan dimulai.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan warga sebenarnya sudah bersedia untuk direlokasi.

"Jadi rencananya, kami akan secara bertahap melakukan proses pembicaraan dengan warga, jadi warga sudah secara prinsip setuju," kata Anies.

Baca juga : Sodetan Ciliwung Terhambat Gugatan Class Action

Sementara itu, Sandiaga mengimbau warga untuk tidak bersikap ingin menang sendiri dalam hal ini. Dia mengingatkan proyek sodetan Ciliwung bukan hanya untuk segelintir orang saja. Melainkan seluruh rakyat Jakarta.

"Jadi kita enggak boleh egois juga, pengendalian banjir sangat dibantu dengan adanya sodetan ini, jadi perlu ada kerja sama warga," ujar Sandiaga.

Warga Bidaracina diketahui telah melakukan gugatan class action terhadap SK Gubernur No 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta No 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Inlet Sodetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Gugatan tersebut membuat Pemprov DKI tidak bisa melanjutkan proyek sodetan.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan, sodetan Ciliwung-KBT penting dilaksanakan untuk mengantisipasi banjir. Dia mengatakan, proyek sodetan itu dikerjakan menggunakan APBD dan APBN sehingga sangat disayangkan mandek di tengah jalan.

"Air di KBT ini kalau hujan sebesar apapun, saat ini daya tampungnya masih oke dan masih kering. Beda dengan Kanal Banjir Barat, di KBT masih bersih dan enggak ada gubuk-gubuk liar," ujar Saefullah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

Megapolitan
12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

Megapolitan
Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
 52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Megapolitan
Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Megapolitan
Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Megapolitan
Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Megapolitan
Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

BrandzView
Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Megapolitan
Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Megapolitan
Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Pascakebakaran SMK Yadika 6, Wali Kota Bekasi Akan Cek Gedung-gedung Tinggi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Pemkot Bekasi Akan Gelontorkan Dana Tak Terduga untuk Pemulihan SMK Yadika 6

Megapolitan
Masih Butuh Seminggu Lagi Bersihkan Sisa Penggusuran Sunter Agung

Masih Butuh Seminggu Lagi Bersihkan Sisa Penggusuran Sunter Agung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X