Bina Kelompok LGBT, Pemkot Depok Bentuk Tim Terpadu - Kompas.com

Bina Kelompok LGBT, Pemkot Depok Bentuk Tim Terpadu

Kompas.com - 19/02/2018, 13:14 WIB
Walikota Depok, Muhammad Idris saat ditemui di kantor Walikota, Depok,Senin (19/2/2018).KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Walikota Depok, Muhammad Idris saat ditemui di kantor Walikota, Depok,Senin (19/2/2018).

DEPOK, KOMPAS.com  Pemerintah Kota Depok berupaya mengantisipasi penyebaran masalah penyimpangan sosial lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT) terhadap kalangan remaja di wilayah Kota Depok.

Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan, pihaknya membentuk tim khusus yang terdiri dari Dinas Sosial Kota Depok dan pihak kepolisian.

"Kami sudah buat tim terpadu penanganan LGBT. Kami berkolaborasi dengan kepolisian dan ormas untuk melakukan pembinaan terhadap LGBT," kata Idris, di kantor Pemkot Depok, Senin (19/2/2018).

Baca juga: Gara-gara Isu LGBT, Aceh International Marathon 2018 Sepi Pendaftar

Upaya tersebut dilakukan karena gerakan LGBT dinilai menyimpang dari norma agama. 

"Secara agama sudah sepakat bahwa LGBT perbuatan terlarang, tetapi secara perundang-undangan kami akan mengatasi permasalahan ini agar tidak timbul permasalahan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng 200 orang anggota organisasi masyarakat dan pemuka agama dari 63 kelurahan di Depok.

Baca juga: DPR-Pemerintah Belum Sepakat, Pasal LGBT dalam RKUHP Ditunda

"Ini sebagai upaya kami mencegah LGBT karena banyak telepon masuk ke Dinas Sosial meminta membantu penyelesaian penyakit LGBT, termasuk kampanye tolak LGBT akan dilakukan tim terpadu ini," ujar Idris.

Sebelumnya, sepasang kaum gay melakukan penyimpangan sosial di tempat fitnes di kawasan Pancoran Mas, Depok.

Mereka merekam adegan hubungan intim dan menyebar videonya ke media sosial.

Baca juga: PAN: Kami Menentang Gerakan LGBT, Bukan Orangnya

Setelah beredarnya video tersebut, polisi menangkap RS dan M pada Sabtu (20/1/2018) pukul 23.00. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa satu kaos oblong putih serta tiga ponsel yang digunakan pelaku.

Kompas TV Isu LGBT kembali mencuat setelah Ketua MPR Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu menyebut soal adanya fraksi di DPR yang menentang dan mendukung LGBT.


Komentar

Terkini Lainnya

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

Regional
Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi

Close Ads X